Priangan Timur Sepekan: Video Syur hingga Pengantin Pesanan ke China

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 18 Okt 2026 19:00 WIB
Ilustrasi TPPO (Foto: Ilustrator: Luthfy Syahban)
Bandung -

Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di wilayah Priangan Timur dalam sepekan. Mulai dari kasus seorang gadis di Tasikmalaya yang nyaris jadi korban pengantin pesanan ke China, hingga pria di Garut nekat sebarkan video intim dengan mantan istrinya.

Berikut rangkuman berita Priangan Timur dalam sepekan:

Gadis di Tasikmalaya Nyaris Jadi Korban Pengantin Pesanan ke China

Suasana haru menyelimuti Kantor Satreskrim Polres Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (15/10). Seorang anak yang sempat hilang akhirnya dipertemukan kembali dengan kedua orang tuanya.

DL langsung dipeluk ayah dan ibunya di depan Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi dan jajaran Reskrim. Haru bercampur bahagia terlihat dari wajah ayah korban, Supriyadi, dan ibunya, Ade Rini Mulyasari. Anaknya diserahkan polisi usai beberapa hari hilang dan ditempatkan di rumah aman.

"Alhamdulillah saya bersyukur anak saya selamat ditemukan. Terima kasih Pak Kapolres, Pak Kasat Reskrim dan Pak Kanit PPA. Kerja keras dan profesionalnya polisi membuat anak saya ditemukan lagi. Polisi ini benar-benar tanpa pamrih," kata Supriyadi ayah korban, di depan polisi dan lembaga anak Tasikmalaya.

Kepolisian sengaja tidak langsung menyerahkan korban kepada keluarga untuk memastikan pemulihan psikologis korban dan mendapatkan keterangan yang maksimal. Korban dirasa sudah mulai pulih hingga akhirnya diserahkan kepada orang tua.

"Korban begitu anggota kami temukan sengaja dipulihkan di rumah aman. Pemulihan kesehatan psikologis dan kesehatan badannya. Hari ini kami serahkan pada orang tua," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi didampingi Kasat Reskrim AKP Heru Samsul Bahri di Polres Tasikmalaya, Kamis (15/10/2026).

KPAI Kabupaten Tasikmalaya memastikan korban sudah mulai mengalami perbaikan kesehatan psikologisnya. Meski demikian, korban masih harus mendapatkan pendampingan.

"Ya sudah lumayan korban mulai membaik tapi kami tetap upayakan pendampingan psikologis dan pendampingan hukum," kata Ketua KPAI Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.

Awalnya, korban hilang sejak Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 20.00 WIB di Kampung Simpang, RT 08 RW 04, Desa Simpang, Kecamatan Bantarkalong. Korban tinggal sendiri di kontrakan dan sempat pamit membeli makan. Korban yang masih di bawah umur itu diduga menjadi sasaran modus 'pengantin pesanan' (mail-order bride) oleh seorang warga negara asing (WNA) asal China.

Karena korban masih di bawah umur, Polres Tasikmalaya kemudian melakukan penyelidikan gabungan dengan Unit PPA. Dari penyelidikan, ditemukan kejanggalan. Korban diketahui baru membeli ponsel dan dusnya tertinggal di kosan.

Keberadaan korban terungkap usai kerja sama dengan Polda Metro Jaya dan tim IT. Tim meluncur pada Minggu (12/10) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB ke kawasan permukiman padat yang berseberangan dengan Apartemen Tokyo PIK 2 hingga akhirnya korban ditemukan.

Krisis Air di SMKN 1 Padaherang, Siswa Terpaksa Antre Toilet

Dampak kemarau panjang mulai memukul sektor pendidikan di Kabupaten Pangandaran. SMKN 1 Padaherang menjadi salah satu sekolah yang harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan sanitasi bagi sekitar 1.700 siswanya di tengah krisis air bersih yang kian parah.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMKN 1 Padaherang, Teguh, mengungkapkan bahwa dari enam titik sumur yang dimiliki sekolah, kini hanya tersisa tiga hingga empat titik yang masih beroperasi.

"Ada beberapa titik yang mulai mengering, ada juga yang alhamdulillah masih ada airnya," kata Teguh, Senin (12/10/2026).

Menyusutnya debit air memaksa pihak sekolah melakukan modifikasi teknis. Sejumlah toren penampung kini kosong, sehingga distribusi air harus dialihkan secara manual melalui pengaturan ulang instalasi pipa.

"Kami dari tim sarpras bagaimana caranya dengan kondisi sumber yang terbatas bisa menyuplai seluruh saluran air yang ada. Tentu tidak merata, sehingga harus ada instalasi ulang," ujarnya.

Saat ini, pasokan air hanya mengandalkan titik sumur di area depan dekat masjid, belakang kantin, serta bagian belakang sekolah. Distribusi air dilakukan secara bergilir agar seluruh area tetap terjangkau, meski tidak maksimal.

Kondisi ini memicu antrean panjang siswa di toilet sekolah setiap harinya. Keluhan pun mulai bermunculan karena terbatasnya fasilitas sanitasi yang masih berfungsi.

"Otomatis banyak siswa yang mengeluh harus antre di WC karena WC yang ada airnya terbatas," katanya.

Sebagai solusi jangka pendek untuk mencegah penumpukan, sekolah menerapkan kebijakan pembagian toilet berdasarkan jurusan atau konsentrasi keahlian siswa.

"Kami mempunyai trik. Kami labeli siswa sesuai dengan jurusannya. Misalkan jurusan TKJ di sebelah sana, WC di sana diperuntukkan khusus untuk jurusan TKJ. Jadi mengantisipasi penumpukan," ucapnya.

Selain untuk keperluan buang air, air yang tersedia juga diprioritaskan untuk wudu, operasional kantor, hingga kebutuhan praktik di bengkel sekolah seperti pencucian kendaraan.

Khusus untuk agenda salat duha berjamaah setiap Jumat pagi, sekolah masih mengandalkan fasilitas wudu di masjid lingkungan setempat. Namun, siswa tetap diminta melakukan persiapan dari rumah.

"Untuk salat duha masih berjalan. Kami sarankan dari rumah sudah wudu, karena pagi jadi berangkat sudah siap untuk salat berjamaah," ucapnya.

Terkait bantuan eksternal, Teguh menyebut pihak kecamatan melalui dinas terkait sempat mengirimkan bantuan air bersih. Sayangnya, bantuan tersebut terkendala akses masuk armada truk tangki ke titik-titik penampungan di dalam sekolah.

"Kendala karena penyebaran torennya tidak bisa masuk truk, jadi hanya bagian depan yang diisi. Tapi karena bantuannya sedikit, satu-dua hari sudah habis," ujarnya.

Duel Maut di Tasikmalaya, Pria Tewas Usai Saling Bacok

Penganiayaan yang mengakibatkan kematian menggegerkan warga Kampung Cibeureum, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Seorang pria bernama Jajang Nuryadin (36) ditemukan tewas dengan luka di sekujur tubuh, Sabtu (3/10/2026).

Korban ditemukan warga dalam keadaan telentang bersimbah darah. Terdapat luka parah di bagian kepala akibat senjata tajam dan benda keras.

Kurang dari 12 jam, Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil mengungkap pelaku. Sekitar pukul 20.30 WIB di hari yang sama, polisi mengamankan terduga pelaku berinisial PF alias Ipal (38), warga setempat.

"Pelaku sudah langsung kami amankan dan mengakui telah melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian," kata Heru.

Hasil visum luar di RSUD KHZ Mustofa menunjukkan korban mengalami 9 luka di bagian kepala. Luka terbuka di dahi atas kanan sepanjang 6 cm, dahi tengah 2 cm, luka di bawah dan atas bibir, hingga gigi korban rusak. Tubuh korban juga penuh luka lecet di lutut, pinggang, dan siku.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi mengungkap motif penganiayaan dalam rilis Kamis (15/10/2026). Peristiwa penganiayaan berat yang menewaskan Jajang Nuryadin dipicu oleh cekcok mulut yang berujung pada perkelahian dan aksi saling serang menggunakan senjata tajam.

Akar masalah insiden ini bermula saat korban mendatangi tersangka PF yang tengah duduk di teras rumahnya sembari membawa sebilah golok. Percekcokan antara keduanya tak terelakkan hinggakorban diduga lebih dulu menyerang dan membacok bagian kepala tersangka.

Tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh PF terjadi setelah dirinya mendapat serangan dari korban.

"Tersangka yang terlebih dahulu mengalami pembacokan oleh korban di bagian kepala kemudian merebut golok yang dipegang korban," ujar Ade.

Setelah mendapati dirinya terluka akibat sabetan senjata tajam korban, tersangka PF berupaya membela diri dengan merampas golok yang dipegang oleh Jajang.

Setelah berhasil merebut senjata tersebut, situasi berbalik secara drastis. Tersangka membalas dengan membacok bagian belakang kepala dan punggung korban masing-masing sebanyak satu kali.

Tak berhenti di situ, tersangka juga menggunakan batu untuk memukul bagian wajah dan kepala korban berulang kali, serta membenturkan kepala korban ke teras tembok rumah warga sekitar hingga korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

"Usai melakukan penganiayaan hingga korban tak berdaya, tersangka sempat mencuci golok dan batu tersebut di tempat pencucian piring milik seorang warga sebelum akhirnya melarikan diri untuk mencari pertolongan medis," ungkap Ade.

Dalam pengungkapan kasus ini, Satreskrim Polres Tasikmalaya mengamankan sejumlah barang bukti penting dari TKP, di antaranya sebilah golok, satu buah batu, dua buah patahan gigi, pakaian milik korban dan tersangka, serta dua buah ember.

Satu jam pasca-kejadian, tersangka PF yang mengalami luka parah di bagian kepala akibat bacokan awal korban berusaha berobat. Dengan diantar seorang pengemudi ojek pangkalan, tersangka sempat mendatangi tempat praktik dokter di daerah Mangunreja.




(ral/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork