Penerbangan Singapore Airlines (SIA) dari San Francisco, Amerika Serikat (AS), menuju Singapura terpaksa kembali ke bandara keberangkatan setelah mengudara selama sekitar sembilan jam. Keputusan itu diambil setelah seorang penumpang menunjukkan perilaku agresif dan melukai dirinya sendiri di dalam pesawat.
Pesawat dengan nomor penerbangan SQ31 tersebut lepas landas dari Bandara Internasional San Francisco pada Kamis (15/10/2026). Penerbangan yang dijadwalkan berangkat pukul 11.51 waktu setempat itu biasanya membutuhkan waktu sekitar 16-17 jam untuk mencapai Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, insiden di dalam kabin mengubah rencana perjalanan tersebut. Menurut laporan AsiaOne pada Jumat (16/10/2026), awak kabin menilai situasi itu membutuhkan penanganan darurat sehingga memutuskan untuk membawa pesawat kembali ke San Francisco.
Penumpang Agresif, Pesawat Kembali ke San Francisco
Laporan tersebut menyebut seorang penumpang bertindak agresif dan melukai dirinya sendiri selama penerbangan. Meski demikian, laporan itu tidak merinci posisi pesawat ketika insiden terjadi.
Pesawat akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Internasional San Francisco sekitar pukul 20.40 waktu setempat, setelah menghabiskan sekitar sembilan jam dalam perjalanan.
Setelah mendarat, awak pesawat menyerahkan penumpang tersebut kepada pihak berwenang setempat untuk penanganan lebih lanjut.
Seorang juru bicara Singapore Airlines menjelaskan bahwa awak penerbangan menilai situasi di dalam pesawat sebelum memutuskan kembali ke bandara keberangkatan.
Penerbangan ke Singapura Tertunda
Keputusan untuk kembali ke San Francisco berdampak pada jadwal perjalanan para penumpang. Singapore Airlines kemudian menyiapkan penerbangan lanjutan agar perjalanan menuju Singapura tetap berlangsung.
Pesawat SQ31 kembali berangkat sekitar pukul 23.20 waktu setempat dengan menggunakan awak pesawat yang baru.
Singapore Airlines juga menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang. Maskapai tersebut membantu penumpang terdampak, termasuk mengatur ulang jadwal penerbangan lanjutan mereka.
Selain itu, SIA bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menangani insiden tersebut.
"Kami berterima kasih kepada pelanggan dan awak kabin kami yang telah membantu menangani situasi di dalam penerbangan. Keselamatan pelanggan dan staf kami adalah prioritas utama kami," kata juru bicara tersebut.
Baca berita selengkapnya di detikTravel.
(bnl/sud)
