Rentetan Gempa Guncang Bogor-Sukabumi, Puluhan Rumah Rusak

Rentetan Gempa Guncang Bogor-Sukabumi, Puluhan Rumah Rusak

Wisma Putra, Siti Fatimah - detikJabar
Jumat, 16 Okt 2026 13:51 WIB
Kondisi rumah yang rusak akibat gempa
Kondisi rumah yang rusak akibat gempa (Foto: istimewa)
Sukabumi -

Rentetan gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi pada Kamis (15/10/2026) hingga Jumat (16/10/2026) dini hari mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), tercatat ada tujuh aktivitas kegempaan sepanjang Kamis kemarin dengan magnitudo berkisar antara M1,6 hingga M4,1. Dua di antaranya dirasakan cukup kuat oleh masyarakat dengan skala intensitas II - IV MMI.

"Gempa bumi pertama dengan M3,5 terjadi pada pukul 17.49 WIB kemudian gempa bumi M4,1 pada pukul 17.58 WIB. Hingga tanggal 16 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB, telah terjadi lima gempa bumi susulan dengan magnitudo berkisar M1,6-M2,4 setelah gempa bumi M4,1," kata Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suaidi menjelaskan bahwa secara tektonik, rangkaian gempa ini dipicu oleh aktivitas struktur geologi lokal. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk menentukan titik pasti sumber gempa tersebut.

ADVERTISEMENT

"Secara tektonik gempa -gempa tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar atau struktur geologi lokal, namun untuk memastikan sesar mana yang menjadi sumbernya diperlukan analisis lokasi hiposenter dan mekanisme sumber secara lebih detail," tambahnya.

BMKG menegaskan bahwa rentetan gempa ini tidak serta-merta menjadi indikator akan adanya gempa dengan kekuatan yang lebih besar. Hingga saat ini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi kemunculan gempa secara presisi, baik dari sisi waktu maupun lokasi.

"Memang secara statistik suatu gempa dapat diikuti oleh gempa yang lebih besar, tetapi kemungkinan tersebut tidak berarti gempa besar pasti akan terjadi. Karena itu, masyarakat tidak perlu panik, namun tetap perlu meningkatkan kesiapsiagaan dan memastikan bangunan serta lingkungan tempat tinggal aman terhadap gempa," jelas Suaidi.

Saat ini, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di Jawa Barat dan akan memperbarui informasi secara berkala melalui kanal resmi. Masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

"Yang terpenting adalah tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang tidak bersumber dari BMKG, dan selalu siap menghadapi gempa bumi," tegasnya.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna mengungkapkan, bahwa dampak gempa di wilayahnya menyebabkan puluhan warga terdampak akibat rumah mereka mengalami retak-retak.

"Dampak sementara mencatat ada 17 KK atau sekitar 52 jiwa terdampak. Beberapa rumah permanen mengalami keretakan di bagian dinding serta rusak ringan di bagian dapur dan kamar," ujar Daeng.

Kerusakan terbanyak terkonsentrasi di Kampung Cipanas (RT 17, 18, 19 RW 07) serta Kampung Kaladi (RT 02 RW 06), Desa Tugubandung dan Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi.

"Korban mengungsi nihil. Petugas P2BK Kecamatan Kabandungan sudah ke lokasi melakukan asesmen awal dan memberikan imbauan agar warga tetap waspada," tambahnya.

Saat ini, kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak adalah bahan material bangunan untuk perbaikan, sementara total kerugian materiil masih dalam proses kajian.

Laporan sementara dari lapangan menunjukkan dampak kerusakan bangunan tersebar di beberapa titik sebagai berikut:

Kabupaten Bogor (Kecamatan Pamijahan, Desa Purwabakti):

RT 01/09, Dusun 4: 9 unit rumah rusak ringan.
RT 02/05, Dusun 5: 1 unit rumah rusak ringan.
RT 04/05, Dusun 5: 1 unit rumah rusak ringan.
RT 01/09, Dusun 4: 1 unit rumah rusak ringan.
RT 02/10, Dusun 5: 3 unit rumah rusak ringan.

Kabupaten Sukabumi (Kecamatan Kabandungan):

Desa Tugu Bandung dan Desa Kabandungan (RT 17, 18, 19 / RW 07): 17 unit rumah rusak ringan.
Desa Tugubandung (RT 02 / RW 06): 2 unit rumah rusak ringan.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads