DPRD Minta Pemkot Bandung Perluas Mitigasi Selain Banjir

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 17 Okt 2026 03:00 WIB
Ilustrasi banjir di Bandung. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Edukasi kebencanaan di Kota Bandung dinilai perlu disesuaikan dengan potensi ancaman di setiap wilayah. Mitigasi pun dibutuhkan supaya penanganan bencana tidak terpaku hanya kepada kejadian banjir semata.

Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman. Dalam keterangannya, ia mengatakan Pemkot Bandung seharusnya tidak hanya berfokus pada banjir, tetapi juga mencakup gempa bumi, pohon tumbang, dan jenis bencana lainnya.

Sebagai contoh, di wilayah yang tidak memiliki riwayat banjir, sosialisasi dapat diarahkan pada kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi. Warga perlu memahami cara melindungi kepala, berlindung di bawah meja yang kokoh jika memungkinkan, serta menjauhi area berbahaya seperti jendela kaca.

"Selain itu, masyarakat perlu mengetahui pentingnya menyiapkan tas siaga bencana berisi perlengkapan darurat," kata Christian.

Christian menegaskan, tas tersebut tidak harus mahal atau bermerek, tetapi harus berfungsi untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar saat keadaan darurat. Ia menyebut, pemetaan wilayah rawan bencana yang telah dilakukan BPBD dapat menjadi dasar dalam menentukan materi dan sasaran sosialisasi.

Dengan pemetaan tersebut, edukasi di wilayah rawan banjir dapat difokuskan pada penanganan banjir, sedangkan wilayah lain dapat memperoleh materi sesuai dengan risiko yang dihadapi.

Ia menjelaskan pengawasan serta edukasi perlu berjalan beriringan agar upaya mitigasi tidak terhambat oleh perilaku yang justru memperburuk kondisi. Penguatan mitigasi bencana di Kota Bandung harus dilakukan sejak dini melalui kesiapan infrastruktur, pemetaan risiko, edukasi yang tepat sasaran, serta partisipasi masyarakat.

"Untuk memperluas jangkauan edukasi, kami juga mendorong kerja sama lintas sektor, antara lain dengan Dinas Pendidikan agar materi mitigasi dapat disampaikan di sekolah, serta dengan perangkat daerah dan tokoh masyarakat untuk menyebarkan informasi kebencanaan," pungkasnya.




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork