Warga Bojonggede Diajak Belajar Berkebun di Taman Pangan Bomang

Warga Bojonggede Diajak Belajar Berkebun di Taman Pangan Bomang

Andry Haryanto - detikJabar
Jumat, 16 Okt 2026 04:30 WIB
Taman Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Zona 19 Bomang. Kawasan di Kecamatan Bojonggede
Taman Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Zona 19 Bomang. Kawasan di Kecamatan Bojonggede (Foto: istimewa)
Bogor -

Menanam bayam, merawat bibit, hingga mengenal sumber protein hewani menjadi bagian dari kegiatan yang dikembangkan di Taman Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA), Zona 19 Bomang. Kawasan di Kecamatan Bojonggede ini disiapkan sebagai tempat belajar warga untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan dari lingkungan sendiri.

Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor mengembangkan taman tersebut bersama gabungan kelompok pengelola Taman B2SA di Bojonggede. Pemanfaatan lahan dipadukan dengan edukasi budidaya dan pengenalan pola konsumsi pangan yang beragam.

Kepala DKP Kabupaten Bogor Andri Hadian menjelaskan, fasilitas yang disiapkan mendukung kegiatan belajar sekaligus praktik pertanian. Warga dapat mengenal proses pembibitan, penanaman sayuran, dan pemeliharaan ayam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Zona 19 kita membuat Taman B2SA yang dilengkapi saung edukasi, saung bibit, kandang ayam, dan penanaman benih sayuran. Pengelolaannya dilakukan bersama gabungan kelompok Taman B2SA di Kecamatan Bojonggede," ungkap Andri Hadian.

Saat ini, penanaman meliputi bayam, kangkung, dan jagung. Kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang budidaya tanaman pangan serta pemanfaatan pekarangan untuk kebutuhan keluarga.

ADVERTISEMENT

Saung edukasi akan digunakan sebagai ruang pembelajaran pertanian dan pola konsumsi sehat. Sementara itu, saung bibit mendukung pembibitan serta penyediaan benih tanaman. Pembangunan empat saung di kawasan tersebut masih dalam tahap penyelesaian.

Untuk membantu praktik budidaya, DKP menyiapkan benih tomat, terong, cabai rawit, pepaya, dan sawi. Dukungan lainnya berupa benih bayam sebanyak 500 gram serta benih kangkung satu kilogram.

Perlengkapan yang disediakan mencakup polybag berbagai ukuran, pupuk kandang, dolomit, pestisida organik, cangkul, selang, alat penyiram, garpu, paranet, dan alat penyemprot. Kandang ayam menjadi pelengkap untuk pengembangan sumber pangan hewani.

Keterlibatan kelompok masyarakat diharapkan membuat pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengelolaan lahan di lingkungan masing-masing. Manfaatnya diarahkan pada peningkatan kualitas konsumsi sekaligus kemandirian pangan keluarga.

Pengembangan taman juga melibatkan Kelompok Wanita Tani binaan DKP yang telah bermitra dengan program Makan Bergizi Gratis, serta kader ketahanan pangan. Kerja bersama ini diharapkan mendukung kegiatan budidaya dan pemanfaatan hasil panen.

Sebagai bagian dari Satgas Ketahanan Pangan Bomang yang diinisiasi Bupati Bogor Rudy Susmanto, Taman B2SA diarahkan menjadi ruang pemberdayaan masyarakat.

Keberhasilannya akan ditopang perawatan tanaman, pengelolaan berkelanjutan, dan peningkatan keterampilan warga agar lahan produktif terus memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan sehari-hari. Pengembangan kawasan turut mencakup rencana pemasaran hasil kebun melalui saung pasar sayuran.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads