Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kembali menyinggung soal kasus keracunan di restoran makanan Korea, 88 SEOUL. Farhan mengaku bahwa petugas tidak menemukan sampel makanan untuk diuji ke labolatorium.
"Kalau hasil lab, kan sementara ini sekarang mereka tutup ya. Kalau hasil lab-nya kan sampel makanan itu tidak bisa kita dapatkan. Karena laporan kejadiannya sudah beberapa hari yang lalu," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Kamis (15/10/2026).
Menurut informasi yang Farhan terima, jumlah korban akibat kasus keracunan itu mencapai 26 orang. Namun, mereka dipastikan telah mendapat perawatan, dan sudah pulang ke rumahnya masing-masing.
"Terlambat, karena (sampel makanannya) sudah dicerna dan sudah dibuang. Sejauh ini saya tahu (korban keracunan) 26 orang dan sudah ditangani dengan baik, semuanya sudah pulang ke rumah," ucapnya.
Meski demikian, Farhan menegaskan bahwa Pemkot Bandung telah memberi rekomendasi perbaikan kepada pengelola restoran 88 SEOUL. Pemkot memastikan manajemen baru boleh buka operasional setelah bisa menjalankan rekomendasi tersebut.
"Kalau mau buka lagi, maka dia harus menunjukkan kepada kita bahwa rekomendasi perbaikan yang kita usulkan itu sudah dilaksanakan," pungkasnya.
Simak Video "Video: Perubahan APBD Jawa Barat 2026: Uang Rakyat untuk Apa?"
(ral/dir)