Terduga pelaku pencurian ponsel yang nekat menceburkan diri ke Sungai Leuwi Orok, perbatasan Kecamatan Parungkuda dan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan.
Korban ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia di dasar sungai pada Kamis (15/10/2026) pagi.
Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi, Suryo Adhianto mengatakan, jasad korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 09.45 WIB setelah tim gabungan mengerahkan tim penyelam ke titik terakhir korban terlihat (Last Known Position).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah pada pukul 09.45 WIB tim SAR gabungan berhasil menemukan korban yang hingga saat ini identitasnya masih belum diketahui. Korban ditemukan dengan radius kurang lebih 5 meter dari titik terakhir terlihat, di kedalaman sekitar 6 meter melalui proses penyelaman," ujar Suryo di RSUD Sekarwangi.
Suryo menjelaskan, operasi pencarian melibatkan sekitar 30 personel gabungan dari unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD/P2BK, dan potensi relawan SAR. Arus sungai serta banyaknya material sampah di dasar air sempat menjadi kendala proses pencarian.
"Kendala di lapangan karena kondisi air berarus dan banyaknya sampah di lokasi. Untuk korban diperkirakan berusia di atas 30 hingga 40 tahun. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian," tambah Suryo.
Sementara itu, salah seorang penyelam dari potensi SAR, Aseng Nesting menceritakan detik-detik penemuan jasad korban di dasar Leuwi Orok. Menurutnya, korban ditemukan berada di dasar sungai dengan posisi telentang di kedalaman lebih dari 6 meter.
"Posisi korban ada di bawah, di dasar, terlentang melihat ke atas dengan kedalaman sekitar 6,5 meter," ungkap Aseng usai menyelam.
Aseng menyebut, jarak pandang (visibility) yang nyaris nol (zero visibility) akibat air keruh bercampur lumpur, bebatuan, dan tumpukan sampah menjadi tantangan terbesar saat menyisir dasar sungai.
"Kesulitannya di visibility, pandangan minus karena lumpur, batu, dan sampah. Makanya kami gunakan metode sapuan dasar. Proses penyelaman berlangsung sekitar 20 menit sampai akhirnya korban berhasil ditemukan," jelas Aseng.
Pantauan di lokasi, jasad korban dievakuasi menggunakan perahu karet oranye milik Basarnas menuju bantaran sungai sebelum akhirnya dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke mobil ambulans menuju kamar jenazah RSUD Sekarwangi.
Diberitakan sebelumnya, pria tanpa identitas tersebut nekat melompat ke aliran sungai pada Rabu sore usai panik dikejar warga lantaran menggasak sebuah ponsel milik warga yang tengah beristirahat di masjid kawasan Parungkuda.
(sya/yum)
