Akses Tol KM 147 Disebut Jadi Solusi Macet Menggila di GBLA

Akses Tol KM 147 Disebut Jadi Solusi Macet Menggila di GBLA

Bima Bagaskara - detikJabar
Rabu, 14 Okt 2026 13:00 WIB
Akses Tol Sementara KM 149 & 151 Gedebage
Akses Tol Gedebage. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) merespons desakan untuk segera membenahi akses menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, yang kerap dilanda kemacetan parah setiap kali Persib Bandung bertanding.

Pemprov Jabar juga akan mengundang PT Jasa Marga untuk membahas kemungkinan membuka kembali akses gerbang tol serta mengoptimalkan jalur yang sudah tersedia.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurai penumpukan kendaraan, terutama di kawasan Gedebage dan Summarecon Bandung, yang menjadi jalur utama sebagian penonton menuju GBLA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Desakan pembenahan akses salah satunya disampaikan Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan. Ia menyoroti terbatasnya jalur yang dapat digunakan penonton, khususnya mereka yang datang dari arah timur.

ADVERTISEMENT

"Akses menuju stadion saat ini hanya ada di KM 149. Yang mana hanya satu arah dari Barat ke Gedebage. Tapi dari arah Cileunyi belum ada, dari arah sini juga belum ada," ucap Adhitia dalam keterangan dari Pemprov Jabar, Rabu (14/10/2026).

Menurut dia, ada jalur lain yang bisa digunakan yakni akses tol KM 151. Namun jalur itu tidak langsung terhubung ke kawasan Stadion GBLA. Karena itu ia mengharapkan bisa dibangunan akses tol di KM 147 yang bisa langsung menuju GBLA.

"Harapannya itu sebetulnya kalau memang yang mau dibuka aja 147. Itu sudah ada yang di bawah 149. Nah itu sebetulnya bisa dibuka dan langsung masuknya ke arah GBLA," katanya.

Hanya saja, diperlukan pembangunan akses tol di KM 147. Lokasi itu disebut pernah dibuka sekitar dua tahun lalu, tetapi kemudian ditutup kembali. Pembukaan kembali akses gerbang tol dapat menjadi salah satu solusi untuk membagi arus kendaraan agar tidak terkonsentrasi pada satu jalur.

Adhitia menyebut penonton dari arah timur saat ini harus keluar melalui kawasan Summarecon Bandung. Kondisi tersebut membuat kendaraan menumpuk karena belum tersedia akses langsung yang memadai dari arah Tol Cileunyi.

"Harapannya, karena banyak juga penonton datang dari timur. Saat itu orang dari timur keluarnya di Summarecon, jadinya padat, macet karena enggak ada akses langsung dari arah Tol Cileunyi," ungkap Adhitia.

Menanggapi usulan itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta jajarannya menjadwalkan pertemuan dengan PT Jasa Marga pada pekan depan. Pertemuan tersebut akan membahas kebutuhan pembenahan akses dan kemungkinan langkah yang dapat segera dilakukan.

"Minggu depan kita undang Jasa Marga. Rapatnya di sini saja biar cepat," kata Dedi.

Ia mengatakan, Pemprov Jabar akan membantu pembenahan infrastruktur di luar stadion, terutama fasilitas yang menunjang kelancaran akses dan kenyamanan penonton. Namun, penanganan tersebut perlu dikoordinasikan dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan terhadap setiap ruas jalan dan akses tol.

"Kita membantu infrastruktur di luar stadion yang bukan kewajiban Persib. Kalau infrastruktur di luar, boleh, jalan masuk, lampu, dan sebagainya," ujarnya.

Ia juga meminta jajarannya memetakan titik-titik yang membutuhkan penanganan prioritas. Pembenahan tidak hanya menyasar akses kendaraan, tetapi juga memastikan perjalanan penonton menuju dan meninggalkan stadion berlangsung aman dan nyaman.

"Diskusi, titik-titik mana saja yang harus menjadi prioritas penanganan sehingga ketika Persib main, seluruh akses dalam keadaan aman dan nyaman bagi semua," ujarnya.

Selain kemacetan, Dedi menyoroti minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan sekitar GBLA. Ia meminta kebutuhan lampu penerangan dihitung dan dipenuhi, terutama pada jalan kota di sekitar stadion yang dinilai masih minim pencahayaan.

"Yang di depannya, jalan kotanya, belum ada lampu. Pasang lampu di tengah oleh kita," kata tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Zaini Shofari menyoroti akses jalan menuju kawasan GBLA. Ia menyebut akses tol KM 151 sebenarnya telah tersedia, tetapi belum dimanfaatkan untuk mendukung mobilitas masyarakat saat pertandingan digelar.

"Termasuk juga akses pintu tol. Akses pintu tol 151 itu kan sudah ada, tapi tidak pernah dipakai. Sehingga arus kendaraan itu kan semua numpuk kalau di Gedebage semua, atau nggak masuk lagi ke tol Buah Batu," ungkapnya.

Kondisi tersebut, menurut Zaini, membuat kemacetan saat laga Persib tidak hanya terjadi di sekitar stadion. Ketika pertandingan besar digelar, kepadatan kendaraan bahkan bisa meluas ke sejumlah ruas jalan di Bandung Timur.

"Jadi nggak selalu setiap ada pertandingan Persib itu numpuk, bahkan kalau pertandingannya misalnya big match itu kan sampai ke Soekarno-Hatta macetnya. Belum di Cimencrang, ada Al Jabbar, apalagi dikasih hujan," kata dia.

Karena itu, Zaini meminta adanya keterlibatan berbagai pihak untuk mencari solusi. Ia secara khusus menyoroti peran Pemerintah Kota Bandung dalam menangani persoalan kemacetan di kawasan Bandung Timur.

"Jadi maksudnya harus ya banyak pihak, stakeholder terlibat di situ, bersama-sama ini terutama pemerintah kota," ujarnya.

(bba/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads