Mengelola sektor perkebunan menuntut lebih dari sekadar penguasaan teori tanaman dan teknologi pertanian. Aspek kedisiplinan, ketangguhan fisik di lapangan, serta kemampuan manajerial menjadi fondasi utama yang wajib dimiliki setiap praktisi perkebunan.
Prinsip inilah yang mendasari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam menjalankan Program Beasiswa SDM Perkebunan 2026. Tahun ini, kuota penerima beasiswa melonjak signifikan mencapai 5.000 mahasiswa, naik drastis dari periode sebelumnya yang hanya berkisar 400 orang.
Tak hanya memfasilitasi biaya pendidikan, BPDP juga mewajibkan para penerima beasiswa mengikuti pembinaan mental, fisik, dan disiplin kebun (Bintalfisdisbun). Kegiatan yang dipusatkan di Bogor, Jawa Barat ini, dirancang untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi realitas dunia kerja yang dinamis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, menegaskan bahwa industri perkebunan menuntut kesiapan mental dalam menghadapi berbagai situasi, mulai dari fluktuasi cuaca hingga tantangan teknis di lapangan.
"Penguasaan ilmu kebun dan teknologi pertanian saja tidak cukup. Di dunia kerja dan industri perkebunan, kalian akan berhadapan dengan tantangan lapangan yang dinamis, cuaca yang menantang, serta tuntutan kedisiplinan dan kepemimpinan yang tinggi," ujar Eddy dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).
Eddy menjelaskan, pelatihan ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa agar memiliki daya tahan tinggi, disiplin yang kuat, serta kemampuan bekerja dalam tim. Kompetensi non-teknis ini dianggap krusial agar para lulusan nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan sektor perkebunan nasional.
"Ini bukan untuk membebani, melainkan untuk membentuk karakter pantang menyerah, kedisiplinan dan etos kerja, serta jiwa korsa dan kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan di dunia kerja dan industri perkebunan," kata Eddy.
Untuk wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta, pembinaan ini diikuti oleh 570 mahasiswa yang berasal dari lima perguruan tinggi mitra, yakni Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (CWE), Institut Teknologi Sains Bandung, Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN), Universitas Borobudur, dan Universitas Nusa Bangsa.
Dalam pelaksanaannya, BPDP menggandeng Yonbekang 1/Tribhakti Yudha/1 Kostrad untuk menanamkan nilai-nilai ketangguhan dan kepemimpinan. Mahasiswa diharapkan dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut, baik selama masa perkuliahan maupun saat terjun ke industri nantinya.
Program pembekalan ini merupakan bagian dari visi besar BPDP untuk memastikan investasi pendidikan memberikan dampak luas bagi sektor perkebunan. Para lulusan diharapkan tidak sekadar mengejar karier personal, namun kembali ke daerah asal untuk memperkuat ekosistem perkebunan lokal.
Eddy mengingatkan bahwa beasiswa ini adalah amanah yang harus dijawab dengan kontribusi nyata, terutama dalam memperkuat kelembagaan petani dan meningkatkan produktivitas kebun rakyat.
"Setelah lulus nanti, kalian harus kembali untuk membangun kebun rakyat, memperkuat kelompok tani, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekebun sawit di daerah masing-masing," ujarnya.
