Rancabungur Bakal Jadi Pusat Industri Olahraga di Bogor

Rancabungur Bakal Jadi Pusat Industri Olahraga di Bogor

Andry Haryanto - detikJabar
Selasa, 13 Okt 2026 00:05 WIB
Ilustrasi. Olahraga melatih otot kaki. (dok. Gemini AI)
Ilustrasi olahraga. (Foto: Gemini AI)
Bogor -

Rencana pembangunan pusat olahraga terpadu berskala internasional di Rancabungur menjadi salah satu peluang investasi yang disiapkan Kabupaten Bogor. Kawasan seluas sekitar 750 hektare itu diproyeksikan mendukung industri olahraga dan pariwisata.

"Rencana tersebut diproyeksikan menjadi peluang pengembangan industri olahraga, pariwisata, dan investasi, sekaligus membuka potensi kegiatan ekonomi baru bagi masyarakat apabila direalisasikan," demikian siaran pers Pemkab Bogor, diterima detikJabar, Senin (12/10/2026).

Agenda tersebut melengkapi pengembangan ekonomi berdasarkan karakteristik wilayah. Pemerintah daerah memetakan kawasan untuk industri, hunian, logistik, hingga kegiatan usaha yang memanfaatkan sumber daya dan potensi lokal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di bagian timur, Klapanunggal, Cileungsi, Gunung Putri, hingga Jonggol menjadi tumpuan industri dan manufaktur. Wilayah ini dinilai memiliki peluang untuk mendukung produksi bernilai tambah, pusat inovasi, serta aktivitas logistik regional.

Sementara itu, Tenjo dan Parung Panjang diarahkan untuk pengembangan hunian mandiri dan pusat logistik. Keterhubungan dengan pusat ekonomi nasional menjadi bagian dari arah pembangunan wilayah barat tersebut.

ADVERTISEMENT

"Perencanaan ini menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi wilayah sesuai karakteristik dan kebutuhan pengembangan ekonomi daerah," tulis siaran pers tersebut.

Secara keseluruhan, rencana peruntukan kawasan industri mencapai 9.278 hektare di 16 kecamatan. Adapun kawasan pariwisata direncanakan seluas 8.105 hektare yang tersebar di 17 kecamatan.

Bidang peternakan memperoleh peruntukan 664 hektare di 10 kecamatan, sedangkan perikanan budi daya mencakup 992 hektare di delapan kecamatan. Untuk pertambangan dan energi, luas yang direncanakan mencapai 1.337 hektare di delapan kecamatan.

Pengembangan wisata juga diarahkan agar berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Potensi alam dan Desa Konservasi Malasari menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi lokal sambil menjaga kelestarian ekologi.

Seluruh arah pengembangan tersebut ditopang pembangunan dan peningkatan akses jalan. Infrastruktur dibutuhkan untuk memperlancar pergerakan masyarakat, pengiriman barang, serta hubungan di antara kawasan yang memiliki fungsi ekonomi berbeda.

Jika terealisasi, pusat olahraga Rancabungur akan menambah ragam aktivitas usaha di Kabupaten Bogor. Kehadirannya diproyeksikan membuka kesempatan pengembangan industri olahraga sekaligus memperluas kegiatan pariwisata dan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan kawasan yang telah direncanakan pemerintah daerah.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads