Tumpukan sampah menggunung di banyak titik di kawasan perkotaan Garut. Biang keroknya adalah gegara kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasirbajing yang hingga kini belum padam.
Tumpukan sampah ini terpantau sudah menggunung di kawasan perkotaan Garut, setidaknya sejak Minggu (11/10/2026). Berdasarkan pantauan detikJabar, sampah-sampah ini menumpuk di titik buang sementara di kawasan permukiman warga.
Selain di permukiman warga, sampah juga terlihat menumpuk di sejumlah jalan utama yang ada di perkotaan Garut, seperti di Jalan Pembangunan, Jalan Cimanuk, hingga Jalan Otto Iskandar Dinata.
Andre (42), salah satu pengurus RW di kawasan Tarogong Kaler, menuturkan sampah di lingkungannya sudah tidak diangkut oleh petugas kebersihan sejak Rabu (7/10/2026).
"Saya dapat informasi dari petugas kebersihan, katanya waktu itu (Rabu) tidak bisa mengangkut sampah karena TPA kebakaran," kata Andre kepada detikJabar, Senin (12/10/2026) sore.
Hingga Senin petang ini, sampah di lingkungan tempat tinggal Andre masih belum terangkut oleh petugas. Andre dan warganya berharap agar pemerintah menemukan solusi untuk masalah pengangkutan sampah ini.
"Terlepas dari apapun alasannya, sampah ini kan kalau dibiarkan tetap di sini lama-lama masyarakat jadi jijik juga," ucap Andre.
Penumpukan sampah yang terjadi di lingkungan masyarakat ini ternyata disebabkan oleh kebakaran yang terjadi di TPA Pasirbajing, Banyuresmi, Garut. Kebakaran sudah terjadi sejak sepekan terakhir di sana.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Garut, Jujun Juansyah, upaya pemadaman kebakaran di TPA Pasirbajing terus dilakukan hingga kini. Minggu sore kemarin, kata Jujun, kepulan asap sudah mulai berkurang.
"Mulai dari hari Kamis, TPA Pasirbajing terbakar. Kami terus melakukan upaya pemadaman sampai kemarin jam 17.00 WIB, alhamdulillah kepulan asapnya sudah mulai turun," kata Jujun kepada wartawan, Senin siang.
Jujun menjelaskan, dampak dari kebakaran tersebut membuat akses menuju TPA Pasirbajing terpaksa ditutup. Kondisi itu membuat pihaknya tidak dapat memobilisasi armada untuk membuang sampah ke sana.
"Mudah-mudahan hari ini kami bisa melakukan negosiasi. Karena kalau melihat progresnya, kepulan asap sudah mulai menipis. Mudah-mudahan hari ini juga sudah bisa disterilisasi," pungkas Jujun.
(iqk/iqk)