Sungai Cibaruyan di Ciamis Diduga Tercemar, Air Menghitam-Sumur Warga Bau

Sungai Cibaruyan di Ciamis Diduga Tercemar, Air Menghitam-Sumur Warga Bau

Dadang Hermansyah - detikJabar
Senin, 12 Okt 2026 15:57 WIB
Sungai dan sumur warga Ciamis menghitam dan mengeluarkan bau
Sungai dan sumur warga Ciamis menghitam dan mengeluarkan bau (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar).
Ciamis -

Air yang mengalir di Sungai Cibaruyan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, tak lagi terlihat jernih seperti biasanya. Di wilayah Desa Sukahaji, air sungai yang mengalir melalui saluran irigasi tampak menghitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena diduga berdampak hingga ke kolam ikan dan sumur milik mereka.

Dugaan pencemaran ini dirasakan warga sejak beberapa bulan terakhir, terutama saat musim kemarau. Sejumlah warga menduga perubahan kondisi air berkaitan dengan limbah dari aktivitas industri tahu dan peternakan ayam yang berada di Desa Sukamaju dan Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti. Namun, sumber pencemaran tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

Pantauan detikJabar, Senin (12/10/2026), air di saluran irigasi yang berasal dari Sungai Cibaruyan tampak berwarna hitam, bau menyengat, menyerupai air comberan yang biasa dijumpai di kawasan perkotaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemandangan itu terasa kontras dengan lingkungan sekitarnya yang masih berupa perkampungan, tak jauh dari kaki Gunung Sawal. Aliran air yang semestinya menjadi bagian dari kehidupan warga di kawasan pedesaan tersebut kini justru menimbulkan kekhawatiran.

Kondisi serupa terlihat di sejumlah aliran lain yang terhubung dengan Sungai Cibaruyan. Kemarau yang berlangsung cukup panjang diduga turut memperburuk keadaan. Di tengah debit air yang menyusut, warna air yang menghitam dan bau menyengat semakin mengganggu aktivitas warga.

ADVERTISEMENT

Dampaknya, warga mulai merasakan perubahan pada sumber air yang selama ini mereka manfaatkan. Tak hanya ikan di kolam yang dilaporkan mati, air sumur milik warga juga berubah warna dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Sungai dan sumur warga Ciamis menghitam dan mengeluarkan bauSungai dan sumur warga Ciamis menghitam dan mengeluarkan bau (Foto: Dadang Hermansyah/detikJabar).

Sulaeman, warga Dusun Ciloa, menunjukkan kondisi sumurnya yang airnya tampak menghitam. Ia menduga perubahan tersebut berkaitan dengan air dari saluran irigasi yang meresap ke dalam tanah.

"Air sumur jadi hitam dan bau comberan. Kondisi ini sejak musim kemarau. Air dari saluran menyerap ke sumur," ujar Sulaeman saat ditemui di rumahnya.

Menurut dia, kondisi air yang berubah membuat warga khawatir untuk menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari. Warga Dusun Ciloa kini tidak lagi berani mencuci menggunakan air dari saluran irigasi karena selain berbau, air tersebut juga disebut menimbulkan rasa gatal.

"Airnya bikin gatal. Untuk kokocok (cuci tangan) di saluran air atau sawah, warga sekarang tidak berani. Petani yang habis dari sawah biasanya membersihkan badan, pakaian di saluran air atau sungai, kalau sekarang tidak bisa lagi," katanya.

Keluhan serupa disampaikan Yoyoh, warga lainnya. Ia mengaku ikan di kolam miliknya mati. Menurut Yoyoh, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. Tahun lalu, sekitar satu kuintal ikan di kolamnya juga mati, yang ia duga berkaitan dengan kondisi air.

"Pabrik di atas sekarang banyak. Ikan di kolam mati semua. Untuk kebutuhan memasak beli galon dua kali sehari. Harapan kami air di sungai bisa jernih seperti sebelumnya," ungkap Yoyoh.

Bagi warga, persoalan ini bukan semata perubahan warna dan bau air sungai. Kondisi tersebut juga menyentuh kebutuhan dasar mereka, mulai dari ketersediaan air untuk keperluan rumah tangga hingga keberlangsungan usaha memelihara ikan. Warga pun berharap aliran Sungai Cibaruyan kembali jernih dan dapat dimanfaatkan dengan aman seperti sebelumnya.



(mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads