Kawasan perbukitan Gunung Jayanti di Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, terpantau memerah pada Sabtu (10/10/2026) malam.
Kobaran api yang membakar lahan sejak siang hari kian meluas dan tampak jelas menyala di punggung bukit yang gelap.
Berdasarkan pantauan hingga menjelang pukul 18.54 WIB, lidah-lidah api membentang membentuk garis memanjang di lereng terjal perbukitan. Cahaya merah kobaran api bahkan terlihat jelas dari kejauhan, termasuk dari jalur jalan raya utama dan kawasan jembatan Palabuhanratu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendala medan ekstrem membuat petugas pemadam kebakaran tak berdaya menjangkau titik api. Armada tangki pemadam tak memiliki akses jalan untuk mendekat, sementara selang air tidak mencukupi untuk mencapai tebing curam.
"Kondisi di TKP titik api masih menyala di atas Gunung Jayanti. Karena tidak terjangkau oleh unit damkar, pemadaman belum bisa dilakukan secara langsung oleh armada. Track-nya terlalu terjal dan akses jalannya sangat susah dijangkau," ungkap Wadan Pos 1 Damkar Palabuhanratu, Ukan Sukandi, di lokasi, Sabtu (10/10/2026) malam.
Ukan menjelaskan, laporan awal kebakaran diterima pihaknya sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, kencangnya embusan angin serta vegetasi semak belukar yang kering membuat perambatan api tak terbendung hingga merambat ke arah puncak dan lereng bukit lainnya.
Kondisi tersebut kini memicu kekhawatiran karena api berpotensi merembet turun mendekati area vital dan permukiman padat penduduk yang berada di kaki bukit.
"Yang paling dikhawatirkan saat ini api terus menjalar ke permukiman penduduk, kawasan perumahan, serta kompleks kantor BMKG," tegas Ukan.
Ia menambahkan, kebakaran di kawasan lereng Gunung Jayanti ini bukan kali pertama terjadi. Area perbukitan batu tersebut sebelumnya pernah dilanda kebakaran serupa pada tahun-tahun kering sebelumnya.
Hingga saat ini, petugas gabungan bersama warga dan relawan tetap disiagakan di titik-titik batas bawah perbukitan guna mengantisipasi kemungkinan api terus merosot mendekati rumah-rumah warga.
