Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat periode 2026-2031, Uu Ruzhanul Ulum, membuka ruang rekonsiliasi bagi kader yang sempat berselisih dalam dinamika internal partai. Ia ingin seluruh kekuatan PPP Jabar kembali bersatu untuk menghadapi Pemilu 2029.
Uu menyampaikan hal tersebut setelah resmi dilantik sebagai Ketua DPW PPP Jawa Barat oleh Ketua Umum PPP Muhamad Mardiono dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) DPW PPP Jabar di Kota Bandung, Sabtu (10/10/2026). Dalam kepengurusan baru ini, Agus Solihin dipercaya menjabat Sekretaris DPW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uu menegaskan, perbedaan sikap dalam kontestasi internal tidak seharusnya membuat kader saling menjauh. Ia memilih merangkul pihak-pihak yang sebelumnya berselisih agar konsolidasi partai dapat berjalan tanpa menyisakan sekat.
"Kami adalah kader struktur yang tidak punya karakter untuk memukul rival dalam sebuah event politik, tapi kami merangkul. Makanya setelah kami mendapatkan informasi pengadilan memutuskan, itu adalah menang bagi dua-duanya, pihak penggugat merasa menang, kita pun merasa menang, tidak ada yang merasa dikalahkan," kata Uu.
Ia mengaku telah membuka komunikasi secara pribadi dengan sejumlah pihak yang sebelumnya terlibat dalam perselisihan kepengurusan. Uu berharap komunikasi tersebut berlanjut ke pertemuan langsung sehingga hubungan antarkader kembali erat.
"Maka kami langsung komunikasi dengan mereka, telepon secara pribadi, WA secara pribadi, karena yang menggugat itu kenal semua orang-orangnya. Jadi WA-nya masih ada, komunikasi juga masih ada. Insyaallah ada beberapa orang yang ingin bertemu dengan kami dan mudah-mudahan pertemuan itu merekatkan kembali di antara kami," ujarnya.
Menurut Uu, keputusan pengadilan dalam perkara tersebut tidak perlu membuat salah satu pihak merasa dikalahkan. Ia berharap semua pihak dapat menerima situasi yang ada dan kembali berfokus pada kepentingan partai.
"Karena keputusannya tidak membuat pihak-pihak yang menggugat ataupun digugat merasa menang ataupun merasa kalah, tapi merasa enjoy semua, merasa menang semuanya. Seperti itu adanya. Baik," tuturnya.
Rekonsiliasi internal menjadi salah satu pekerjaan yang ingin dijalankan Uu setelah memperoleh mandat resmi memimpin PPP Jawa Barat untuk periode 2026-2031. Ia menyebut amanah tersebut sebagai tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama seluruh jajaran pengurus.
"Saya hari ini mendapatkan amanah yang sudah legal formal, bahkan secara politik dan yang lainnya dengan melalui berbagai macam segala lika-likunya hari ini sudah selesai. Artinya kami sekarang mendapatkan amanah," katanya.
Uu berharap kepengurusan baru dapat membawa PPP kembali menjadi partai besar di Jawa Barat. Menurutnya, ukuran kebesaran partai tidak hanya ditentukan oleh lamanya berdiri, tetapi juga jumlah kursi yang berhasil diraih di lembaga legislatif.
"Mudah-mudahan amanah ini bisa kami jalankan dengan baik dan benar sesuai dengan harapan masyarakat, harapan pimpinan, yaitu untuk membesarkan PPP di Jawa Barat dengan harapan menjadi partai besar di Jawa Barat," ujarnya.
"Karena partai besar itu bukan dilihat daripada lama berdiri, tapi jumlah kursi raihan di masing-masing tingkatan. Sekarang kita punya enam kursi, ya mudah-mudahan pada pemilu 2029 kita mendapatkan kursi yang lebih banyak lagi," lanjutnya.
Untuk mencapai target tersebut, Uu menilai kerja kolektif menjadi kunci. Ia tidak ingin upaya membesarkan partai hanya bertumpu pada ketua, melainkan melibatkan seluruh struktur organisasi, mulai dari DPW, DPC hingga PAC.
"Amanah berat, tetapi kalau bersama dengan pengurus yang lain, dengan DPC, dengan PAC, insyaallah kita bisa melaksanakan amanah sekalipun berat tapi insyaallah akan ringan dengan kebersamaan," ucapnya.
