Dari layanan kedaruratan kesehatan hingga pengelolaan talenta pegawai, sejumlah inovasi Pemerintah Kabupaten Bogor menjadi bahan belajar bagi 40 PNS TNI Angkatan Udara. Mereka mengikuti studi lapangan untuk melihat bagaimana pelayanan publik dan manajemen pemerintahan dijalankan di daerah.
Kunjungan pada Jumat (9/10/2026) itu merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) PNS TNI AU Angkatan VII. Rombongan dipimpin Kepala Seksi Operasi Skadik 501, Kapten Sus Utar, dan diterima di Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Cibinong.
Empat perangkat daerah dijadwalkan menjadi tujuan peserta. Di Dinas Kesehatan, mereka akan mempelajari inovasi SIAP PSC (Public Safety Center). Pelayanan administrasi kependudukan melalui aplikasi SiLONCIL menjadi bahan pembelajaran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peserta juga dijadwalkan mendalami penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta penerapan Sistem Manajemen Talenta di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).
Kapten Sus Utar mengatakan, studi lapangan memberi kesempatan bagi peserta untuk menghubungkan materi pendidikan dengan praktik di lingkungan pemerintahan. Sebanyak 40 peserta tersebut menjalani pendidikan selama empat bulan.
"Kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan peserta mengenai pelayanan publik, kepemimpinan, inovasi, dan manajemen pemerintahan, khususnya melalui praktik yang diterapkan di Pemerintah Kabupaten Bogor," katanya.
Melalui observasi dan diskusi dengan perangkat daerah, para peserta diharapkan dapat menggali cara mengenali persoalan pelayanan serta menyusun langkah penanganannya. Bekal tersebut nantinya dapat diterapkan sesuai kebutuhan satuan masing-masing.
"Pengalaman yang diperoleh melalui studi lapangan ini diharapkan dapat membantu peserta mengidentifikasi permasalahan, merumuskan solusi, serta meningkatkan kualitas kepemimpinan dan kinerja di lingkungan kerja masing-masing," ujar Utar.
Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, Kepala Bidang Penilaian dan Pengembangan Kompetensi BKPSDM Kabupaten Bogor, Dadan Nurdiansyah, menyampaikan bahwa luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk menghadirkan tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan pelayanan.
Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, dengan penduduk lebih dari enam juta jiwa. Menurut Dadan, kondisi itu mendorong pemerintah daerah terus mengembangkan pemanfaatan teknologi dan inovasi untuk menjangkau kebutuhan masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi jajaran Pemkab Bogor dan peserta pendidikan TNI AU untuk bertukar pengalaman mengenai pekerjaan sehari-hari, mulai dari pengelolaan aparatur hingga pelayanan langsung kepada warga.
"Kegiatan ini diharapkan menjadi kesempatan bagi para peserta untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta mempelajari secara langsung berbagai praktik penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat," kata Dadan.
Simak Video "Mengabadikan Momen di Museum 3D Trick Art yang Unik di Bogor"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)
