Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) kembali terjadi di Gunung Ciremai pada Jumat (9/10/2026). Video resmi dari Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memperlihatkan api membakar rerumputan dan pepohonan yang ada di area hutan Gunung Ciremai.
Dari pantauan kamera udara, api juga terlihat masih menyala dan membakar area lahan yang ada. Kebakaran tersebut memunculkan asap pekat yang membumbung ke udara hingga menutupi sebagian area hutan dan lahan yang ada di Gunung Ciremai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana membenarkan adanya kebakaran hutan dan lahan di Gunung Ciremai. Menurutnya, kebakaran tersebut terjadi di lahan di Blok Batu Saheng Grid 20K, Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan, kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. Kebakaran mulai diketahui pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 13.45 WIB.
Hingga kini, pihaknya masih terus berjibaku untuk memadamkan api agar tidak meluas ke lahan yang lain. Karena masih dalam penanganan, masih belum diketahui berapa luas area yang terbakar akibat kejadian tersebut.
"Kebakaran hutan dan lahan di Blok Batu Saheng Grid 20K, Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan, kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai pada hari Jumat, 09 Oktober 2026 pukul 13.45 WIB. Saat ini Tim Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Balai Taman Nasional Gunung Ciremai masih berada di lapangan dan terus melakukan upaya pemadaman," tutur Eska, Jumat (9/10/2026).
Sementara itu, Humas Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Asep Sonjaya juga membenarkan adanya kebakaran tersebut. Menurutnya, kebakaran tersebut pertama kali diketahui oleh para petani hutan di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan usai salat Jumat. Pihaknya sendiri masih belum mengetahui apa penyebab kebakaran tersebut.
"Kebakaran hari ini. Tadi setelah jumatan. Penyebab masih belum diketahui awalnya gimana. Lokasinya di Padabeunghar. Tapi beda tempat yang yang kebakaran kemarin," tutur Asep.
Hingga kini, Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning yang berasal dari para petani hutan sekitar tempat kebakaran, masih terus berjibaku untuk memadamkan api secara manual dengan memanfaatkan embung yang sudah ada sebelumnya.
"Manual, tadi karena jet shooter belum datang. Jadi tadi masih manual. Tapi di situ juga sudah sebetulnya sudah disiap-siagakan embung. Ya ada 7 personil dari KTH Pesawahan. Untuk KTH Kidang Kencana, terus yang dari Seda tadi nunggu arahan karena masih ditanggulangi oleh MPA masing-masing daerahnya," pungkas Asep.
(sud/sud)
