Saat Kerak Bumi Bergeser

Kabar Internasional

Saat Kerak Bumi Bergeser

Rachmatunisa - detikJabar
Jumat, 09 Okt 2026 13:00 WIB
Potret Planet Bumi Diliat dari Antariksa, Bikin Terkesima
Planet Bumi (Foto: NASA).
Bandung -

Bumi yang kita tinggali tampak kokoh dan stabil. Namun, dalam skala waktu geologi, posisi bagian padat planet ini terhadap sumbu rotasinya ternyata dapat berubah.

Sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan, kerak dan mantel Bumi ternyata pernah mengalami beberapa episode pergeseran relatif cepat terhadap sumbu rotasinya dalam kurun waktu 320 juta tahun terakhir.

Fenomena ini dikenal dengan istilah true polar wander (TPW). Penelitian yang dipimpin oleh Mathew Domeier dari University of Oslo dan dipublikasikan di jurnal *Science ini berhasil mengidentifikasi empat periode yang secara statistik konsisten dengan TPW cepat. Bukti paling kuat tercatat pada rentang 150-140 juta tahun lalu dan 100-90 juta tahun lalu, masa di mana dinosaurus masih menjadi penguasa Bumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, para ilmuwan tidak hanya bergantung pada rekaman medan magnet purba dari batuan. Mereka juga melacak jejak pergeseran ini melalui perubahan permukaan laut serta wilayah benua yang dulunya sempat tergenang air.

Mungkin istilah true polar wander terdengar seperti kutub Bumi yang berpindah tempat secara harfiah. Padahal, mekanismenya jauh lebih kompleks. TPW terjadi ketika kerak dan mantel Bumi bergerak bersama sebagai satu kesatuan terhadap sumbu rotasi planet, sementara inti Bumi dan sabuk iklim tetap berada pada posisinya.

Fenomena ini jelas berbeda dengan pergerakan lempeng tektonik biasa maupun pergeseran kutub magnet. Perlu diingat, Bumi bukanlah bola yang sempurna; rotasinya menyebabkan bagian khatulistiwa sedikit menggembung.

Distribusi massa di dalam planet memegang peranan kunci dalam menentukan orientasi Bumi terhadap sumbu rotasinya. Jika massa di dalam Bumi terdistribusi ulang dalam jumlah besar-misalnya akibat proses konveksi mantel atau pergerakan lempeng yang tenggelam ke dalam mantel-maka bagian padat planet ini bisa mengalami reorientasi secara drastis.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menemukan Uniknya Spot Gembok Cinta, Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads