Dugaan Keracunan di 88 SEOUL Bandung, Manajemen Buka Layanan Pengaduan

Dugaan Keracunan di 88 SEOUL Bandung, Manajemen Buka Layanan Pengaduan

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 09 Okt 2026 08:59 WIB
Restoran 88 SEOUL di Paskal 23 Bandung tutup.
Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar
Bandung -

Lebih dari 200 orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan Korea di 88 SEOUL 23 Paskal, Bandung. Pascakejadian, pihak 88 SEOUL melakukan pendampingan terhadap para korban. Informasi tersebut disampaikan oleh Operation General Manager 88 SEOUL, Daniel Yahya.

Daniel mengatakan, sejak menerima laporan pertama pada 5 Oktober 2026, 88 SEOUL telah melakukan berbagai langkah penanganan dengan mengutamakan kondisi dan kebutuhan pelanggan.

"Melalui tim Customer Care, manajemen secara aktif menjalin komunikasi dengan pelanggan yang menyampaikan keluhan untuk memahami kondisi mereka serta memastikan setiap laporan memperoleh tindak lanjut secara langsung," kata Daniel dalam keterangan tertulis yang diterima detikJabar, Jumat (9/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak hanya melalui komunikasi jarak jauh, sebagai bentuk komitmen kami, Manajemen juga telah mengunjungi sejumlah pelanggan untuk mendengarkan secara langsung kondisi dan kebutuhan mereka, sekaligus memberikan pendampingan serta dukungan yang diperlukan. Upaya ini terus dilakukan sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab manajemen dalam menangani situasi yang terjadi," tambahnya.

Manajemen juga terus mendampingi pelanggan, memperkuat standar keamanan pangan, serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung dan instansi terkait.

ADVERTISEMENT

88 SEOUL juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang dirasakan oleh pelanggan terkait keluhan kesehatan yang disampaikan dalam periode kunjungan 2-4 Oktober 2026 di 88 SEOUL 23 Paskal, Bandung. Manajemen memahami bahwa situasi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelanggan dan keluarga, serta menegaskan komitmennya untuk memberikan perhatian dan tindak lanjut yang diperlukan terhadap setiap laporan yang diterima.

"Sebagai bagian dari proses penanganan dan evaluasi, 88 SEOUL telah menghentikan sementara kegiatan operasional gerai 23 Paskal, Bandung, sejak 7 Oktober 2026. Langkah ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi manajemen dalam melakukan evaluasi secara menyeluruh sekaligus memperkuat penerapan standar operasional, khususnya yang berkaitan dengan kualitas dan keamanan pangan," terangnya.

Di tengah proses evaluasi yang berlangsung, 88 SEOUL memastikan bahwa komunikasi dan pendampingan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas. Jalur Customer Care tetap dibuka bagi pelanggan yang ingin menyampaikan keluhan, memberikan informasi tambahan, maupun memperoleh tindak lanjut dari manajemen.

Manajemen menyadari bahwa kepercayaan pelanggan perlu dijaga melalui kepedulian, keterbukaan, dan konsistensi dalam melakukan perbaikan. Oleh karena itu, proses evaluasi di gerai 23 Paskal akan menjadi perhatian utama sebelum operasional kembali dilanjutkan.

"Kami berterima kasih kepada para pelanggan yang telah menyampaikan laporan dan berkomunikasi dengan tim kami. Setiap masukan menjadi perhatian penting bagi kami. Fokus kami saat ini adalah mendampingi pelanggan, menyelesaikan proses evaluasi dengan baik, serta memastikan peningkatan standar yang kami lakukan benar-benar diterapkan. Kami berharap langkah-langkah ini dapat menjadi bagian dari upaya kami untuk terus menjaga kepercayaan pelanggan." tutup Daniel.

88 SEOUL akan terus membuka komunikasi melalui Customer Care bagi pelanggan yang ingin menyampaikan laporan maupun informasi terkait kunjungan ke gerai 23 Paskal, Bandung.

"Manajemen berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan dengan penuh perhatian dan terus melakukan langkah perbaikan sesuai kebutuhan," tambahnya.

Evaluasi yang Dilakukan 88 SEOUL

Selama periode penghentian sementara ini, manajemen menjalankan sejumlah langkah evaluasi dan peningkatan standar operasional, termasuk:

1. Melakukan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh.

2. Memastikan kembali seluruh prosedur food safety, mulai dari penerimaan dan penyimpanan bahan baku, proses persiapan, pengolahan, hingga penyajian makanan, dijalankan sesuai standar yang telah ditetapkan.

3. Memperbarui seluruh persediaan bahan baku sebagai langkah kehati-hatian, serta memastikan seluruh bahan baku yang digunakan saat operasional kembali dibuka telah memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan yang ditetapkan.

4. Terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bandung serta instansi terkait dalam proses evaluasi dan perbaikan, sesuai arahan dan ketentuan yang berlaku.



(wip/tya)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads