Bandung tidak hanya dikenal sebagai kota kreatif dan destinasi kuliner, tetapi juga memiliki banyak ruang yang mendukung kebiasaan membaca. Salah satunya adalah bookshop cafe, perpaduan antara toko buku, perpustakaan, kedai kopi, dan ruang berkegiatan.
Di tempat seperti ini, pengunjung dapat memilih buku, menikmati minuman hangat, mengerjakan tugas, atau sekadar menghabiskan waktu dalam suasana yang lebih tenang.
Beberapa book cafe di Bandung menawarkan karakter yang berbeda. Ada yang menempati rumah dengan halaman hijau, ada yang mengusung desain industrial, dan ada pula yang berada di lingkungan taman bacaan lama.
Berikut rekomendasi bookshop cafe nyaman di Bandung yang dapat menjadi pilihan untuk membaca dan bersantai.
1. Kineruku
Kineruku merupakan salah satu tempat yang cukup dikenal dalam ekosistem literasi Bandung. Tempat ini telah menjadi ruang berbagi referensi buku, musik, dan film sejak 2003. Slogannya, "Baca, dengar, tonton", menggambarkan konsep Kineruku yang tidak hanya berfokus pada buku, tetapi juga membuka ruang bagi berbagai bentuk karya dan pengalaman kreatif.
Berlokasi di Jalan Hegarmanah Nomor 52, Kineruku terasa seperti rumah yang disulap menjadi ruang baca dan tempat berkumpul. Suasananya tenang, asri, dan jauh dari kesan kafe yang terlalu ramai. Tanaman hijau tumbuh di sekitar area, sementara halaman belakang yang dinaungi pohon besar memberikan nuansa teduh.
Kineruku cocok bagi pengunjung yang ingin membaca dengan suasana lebih intim. Aroma kopi, suara percakapan yang tidak terlalu bising, serta rak-rak buku membuat tempat ini terasa hangat dan personal. Pengunjung dapat datang seorang diri untuk membaca, merenung atau menulis, hingga berbincang santai bersama teman tanpa riuh rendah yang mengganggu.
Daya tarik Kineruku juga terletak pada karakter ruangnya. Tempat ini tidak terasa seperti toko buku komersial yang serba formal, melainkan seperti ruang tamu luas yang terbuka bagi pembaca. Karena itu, Kineruku sering menjadi pilihan bagi pecinta buku yang mencari tempat nyaman untuk menghabiskan waktu tanpa terburu-buru.
2. The Room 19 Library Space
The Room 19 Library Space berada di Jalan Dipatiukur Nomor 66 C, Bandung. Meskipun ukurannya relatif mungil, tempat ini memiliki desain yang menarik dan mampu menciptakan suasana membaca yang nyaman. Interiornya memadukan konsep industrial, ornamen kayu, serta warna putih, kuning, dan hijau yang memberikan kesan cerah tetapi tetap menenangkan.
Berbeda dari cafe pada umumnya, The Room 19 menempatkan perpustakaan sebagai inti utama. Pengelolanya menjelaskan bahwa tempat ini bukan cafe, melainkan perpustakaan independen yang menyediakan pastry dan minuman sebagai pelengkap.
The Room 19 memiliki sekitar 1.300 koleksi buku. Jenisnya beragam, mulai dari literatur Indonesia, karya dari Korea dan Rusia, hingga buku sejarah serta politik. Pengunjung dapat membaca koleksi tersebut secara bebas selama berada di lokasi.
Hal menarik lainnya adalah hubungan antara koleksi buku dan menu pastry. Salah satu contohnya adalah Matilda's Chocolate Cake yang terinspirasi dari karya Roald Dahl. Menu seperti ini membuat pengalaman membaca terasa lebih hidup karena makanan tidak hadir sebagai pelengkap semata, tetapi juga memiliki kaitan dengan dunia buku.
The Room 19 juga mengadakan kegiatan seperti lokakarya seni, diskusi, dan bedah buku. Bagi detikers yang ingin berkunjung, tempat ini buka setiap hari pukul 10.00 - 22.00 WIB dan menerapkan paket kunjungan General Rp35.000 serta Student Rp25.000. Pengunjung disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun Instagram resminya.
3. Nimna Book Cafe
Nimna Book Cafe di Jalan Sukahaji Nomor 126 menawarkan perpaduan antara kedai kopi, ruang baca, dan tempat makan. Suasananya tenang, tetapi tidak terlalu kaku, sehingga pengunjung tetap dapat bersantai sambil berbincang atau menikmati hidangan.
Konsep interior Nimna Book Cafe menjadi salah satu alasan tempat ini menarik bagi pecinta buku. Ruangannya dirancang agar terasa nyaman untuk duduk lebih lama. Rak buku dan sudut-sudut baca memberikan pilihan bagi pengunjung yang ingin membaca tanpa harus berada di perpustakaan formal.
Pilihan menunya juga cukup beragam. Pemerintah Kota Bandung menyebutkan bahwa pengunjung dapat menemukan menu seperti pancake dan nasi goreng di tempat ini. Kehadiran makanan berat membuat Nimna tidak hanya cocok untuk minum kopi sore, tetapi juga untuk makan sambil membaca atau mengerjakan tugas.
Nimna Book Cafe dapat menjadi pilihan bagi mahasiswa, pekerja lepas, dan pembaca yang membutuhkan suasana berbeda dari kafe biasa. Ketika ingin berkonsentrasi, pengunjung dapat memilih sudut yang lebih tenang. Sebaliknya, area bersama dapat digunakan untuk berdiskusi atau bertemu teman.
Bagi detikers yang ingin berkunjung, tempat ini buka setiap hari pukul 09.00 - 21.00 WIB, tutupnya sendiri hanya pada hari Selasa saja. Selain itu, jika hanya rindu dengan makanan dan minumannya, cafe ini bisa ditemui juga di Go Food dan Grab Food.
4. Ency Coffee
Ency Coffee menawarkan pengalaman membaca dengan latar Taman Bacaan Hendra di Jalan Sabang Nomor 28. Taman bacaan tersebut disebut telah berdiri sejak 1967, sehingga kehadiran kafe ini membawa nuansa historis tersendiri bagi pengunjung.
Suasana Ency Coffee terasa hangat dan vintage. Rak-rak buku serta karakter bangunan memberikan kesan seperti sedang berkunjung ke ruang baca lama yang dirawat dan dihidupkan kembali. Bagi pembaca, tempat seperti ini memiliki daya tarik yang berbeda karena buku tidak hanya menjadi dekorasi, tetapi menjadi bagian dari sejarah ruang.
Ency Coffee cocok untuk menikmati kopi sambil membaca buku dengan ritme yang lebih pelan. Tempat ini juga dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mencari suasana unik di luar cafe modern dengan interior seragam.
Lingkungan Taman Bacaan Hendra memberi pengalaman yang lebih personal. Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli minuman, tetapi juga berinteraksi dengan suasana literasi yang telah berkembang selama puluhan tahun.
5. Toko Buku Pelagia
Toko Buku Pelagia dapat menjadi pilihan bagi detikers yang ingin menikmati suasana toko buku dengan sentuhan ruang berkumpul. Tempat ini berada di Kompleks Luxor Permai, Jalan Kebon Jati B Nomor Kavling 12A, Kelurahan Kebon Jeruk, Kecamatan Andir, Kota Bandung.
Pelagia bukan hanya tempat untuk membeli buku. Di dalamnya, pengunjung dapat menemukan ruang membaca, area untuk berbincang, serta suasana yang mendukung kegiatan literasi. Perpaduan tersebut membuatnya terasa seperti ruang komunitas yang terbuka bagi pembaca, penulis, mahasiswa, maupun siapa saja yang ingin berkenalan dengan dunia buku.
Bagi pembaca yang gemar mencari judul baru, kegiatan memilih buku di Pelagia bisa menjadi pengalaman tersendiri. Setiap sudut menghadirkan kemungkinan untuk menemukan bacaan yang sebelumnya belum pernah dijumpai. Detikers yang ingin berkunjung, toko buku ini buka mulai dari Selasa-Minggu pukul 09.00 - 21.00 WIB.
6. Howl Library
Howl Library atau House of Wonder and Learning merupakan perpustakaan sekaligus ruang kreatif yang berada di Jalan Cisatu Nomor 11A, Ciumbuleuit, Kota Bandung. Tempat ini dirancang bukan hanya sebagai ruang penyimpanan buku, tetapi juga sebagai tempat untuk belajar, bekerja, berdiskusi, dan mengembangkan gagasan.
Lokasinya yang berada di kawasan Ciumbuleuit memberikan suasana berbeda. Lingkungan sekitar terasa lebih hijau dan tenang, sehingga pengunjung dapat membaca atau mengerjakan tugas dengan gangguan yang relatif minim. Bangunannya menghadirkan kesan seperti rumah yang terbuka untuk berbagai aktivitas literasi.
Howl membagi waktu kunjungan ke dalam dua sesi. Sesi Early Bird berlangsung pukul 09.00 - 15.00 WIB, sedangkan sesi Night Owl berlangsung pukul 15.00 - 21.00 WIB. Informasi tersebut tercantum pada laman resmi Howl Library.
Pembagian sesi ini membuat pengunjung dapat memilih waktu sesuai kebutuhan. Sesi pagi hingga siang cocok bagi mahasiswa, pekerja lepas, atau detikers yang ingin bekerja dari tempat yang lebih tenang. Sementara itu, sesi sore hingga malam dapat menjadi pilihan untuk membaca setelah kuliah, menyelesaikan tugas, atau menghadiri kegiatan komunitas.
Simak Video "Ekspedisi Literasi Keuangan OJK: Menjangkau Masyarakat di Ujung Sulawesi Tengah"
(dir/dir)