Rekomendasi Spot Gowes Malam di Bandung

Rekomendasi Spot Gowes Malam di Bandung

Zaenab Nurhabibah - detikJabar
Jumat, 09 Okt 2026 06:00 WIB
Suasana long weekend di Kiara Artha Park.
Kiara Artha Park. (Foto: Anindyadevi Aurellia)
Bandung -

Bandung tak pernah benar-benar tidur. Saat matahari terbenam dan lampu jalan mulai berpijar, kota ini menawarkan wajah yang berbeda, lebih tenang, lebih sejuk, dan tentu saja, lebih syahdu untuk dijelajahi. Bagi sebagian orang, night cycling atau gowes malam kini menjadi pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kemacetan siang hari.

Udara pegunungan yang menyelinap di antara bangunan tua, jalanan yang mulai lengang, hingga pendar cahaya kota menjadi daya tarik yang sulit ditolak. Aktivitas ini bukan sekadar olahraga mencari keringat, melainkan momen intim untuk berbincang bersama pasangan, berkelakar dengan kawan lama, atau sekadar menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.

Jika Anda berencana mengeluarkan sepeda malam ini, berikut adalah beberapa sudut Kota Kembang yang menawarkan pengalaman gowes tak terlupakan:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Cikapayang-Dago

Kawasan Taman Cikapayang hingga Jalan Dago sudah lama menyandang status sebagai "ruang tamu" bagi komunitas pesepeda di Bandung. Budaya night ride di sini telah mengakar kuat; tak jarang ratusan pesepeda tumpah ruah dalam satu rute yang sama.

Anda bisa memulai kayuhan dari kawasan Dago menuju Cikapayang dan menjadikannya rute pulang-pergi yang santai. Karakter jalannya yang lebar dan berada di jantung kota sangat cocok bagi yang ingin bersepeda tanpa tekanan.

ADVERTISEMENT
Taman Cikapayang di Kota Bandung.Taman Cikapayang di Kota Bandung. Foto: Alya Larasati/detikJabar

Lelah setelah mengayuh? Deretan kedai kopi dan tempat makan di sepanjang Dago siap menyambut Anda untuk sekadar melepas dahaga atau mengisi perut.

2. Balai Kota, Taman Vanda, dan Braga

Bagi pencinta suasana nostalgia, rute yang membelah pusat kota ini adalah pilihan utama. Perjalanan bisa dimulai dari Balai Kota, menyusuri Jalan Merdeka, melewati Taman Vanda, hingga berakhir di kemasyhuran Jalan Braga.

Taman Vanda, yang berdiri anggun di antara Balai Kota dan Katedral Santo Petrus, sering kali menjadi titik temu favorit para pesepeda. Rute ini juga memiliki nilai historis dan prestise tersendiri. Sebagai pengingat, Forkopimda Kota Bandung bahkan sempat menggelar gerakan bersepeda ke kantor pada April 2026 silam, menempuh jalur Dalem Kaum, Asia Afrika, hingga Wastukencana.

Taman Vanda Kota Bandung.Taman Vanda Kota Bandung. Foto: Istimewa

Saat malam tiba, arsitektur kolonial yang disiram cahaya lampu kuning keemasan akan membuat perjalanan Anda terasa seperti melintasi lorong waktu.

3. Kiara Artha Park

Jika Anda merasa kurang nyaman berbagi aspal dengan kendaraan bermotor, Kiara Artha Park adalah jawabannya. Terletak di Jalan Banten, taman ini menyediakan jalur khusus sepeda dan jogging yang sangat aman.

Tak punya sepeda? Tak perlu khawatir. Di sini tersedia penyewaan sepeda manual maupun listrik. Daya tarik utamanya tentu saja Dancing Fountain yang menari di tengah kegelapan malam, memberikan nuansa semarak yang berbeda.

Namun, perlu diingat bahwa kawasan ini merupakan area terpadu. Berdasarkan informasi terakhir, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp10 ribu, dengan biaya sewa sepeda yang terpisah. Ada baiknya Anda mengecek kembali tarif terkini sebelum meluncur ke sana.

4. Summarecon Bandung

Bergeser ke arah timur, Summarecon Bandung kini menjadi primadona baru, terutama bagi kalangan muda. Kawasan ini menawarkan jalanan yang sangat luas dengan tata kota modern yang rapi.

Saat senja berganti malam, lampu-lampu jalan di kawasan ini menciptakan atmosfer futuristik yang fotogenik. Tak heran jika setiap akhir pekan, banyak kelompok anak muda yang berkumpul di sini untuk gowes santai.

Fasilitasnya pun sangat ramah pesepeda; Summarecon Mall Bandung bahkan menyediakan area parkir khusus sepeda di Downtown Walk yang bisa diakses melalui Sentra Raya Selatan. Setelah puas berkeliling, Anda bisa langsung melipir ke area komersial untuk sekadar nongkrong.

Meski menyenangkan, gowes malam menuntut kewaspadaan ekstra. Pastikan lampu depan dan belakang sepeda berfungsi dengan baik agar keberadaan Anda terlihat oleh pengendara lain. Penggunaan helm dan pakaian berwarna cerah atau yang memantulkan cahaya sangat disarankan.

Bagi pemula, jangan ragu untuk beristirahat jika tubuh mulai terasa letih. Saat melintasi jalan umum seperti Dago atau Braga, tetaplah patuhi rambu lalu lintas dan hargai pengguna jalan lainnya. Dengan persiapan yang matang, menyusuri sudut-sudut Bandung di bawah langit malam akan menjadi cara terbaik untuk menutup hari.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads