Unggahan di media sosial yang menampilkan gambar celana dalam berwarna kombinasi merah dan putih memicu gelombang kemarahan dari warganet Indonesia.
Ketegangan di dunia maya ini terjadi pasca-berlangsungnya pertandingan ajang sepak bola FIFA ASEAN Cup 2026 yang melibatkan suporter kedua negara. Berikut ringkasannya yang dikutip detikJabar dari detikInet (baca selengkapnya di sini), Kamis (8/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal Mula dan Konten Unggahan Kontroversial
Kontroversi ini bermula dari unggahan gambar di platform media sosial Threads yang dinilai menyinggung simbol kebangsaan.
- Kemunculan Unggahan di Threads: Materi gambar dipublikasikan oleh akun Threads dengan nama pengguna @nurulsakila_hajan. Gambar tersebut memperlihatkan celana dalam dengan kombinasi warna merah di bagian atas dan putih di bagian bawah, menyerupai warna bendera Indonesia.
- Tampilan Visual dan Tulisan Ejekan: Pada celana dalam yang ditampilkan dalam kondisi berlubang dan robek tersebut, terdapat tulisan "BENDA MUDAH" di bagian atas dan "KOYAK" di bagian bawah.
- Keterangan Tambahan Pengunggah: Pemilik akun melengkapi unggahan tersebut dengan pesan tertulis bernada mengejek. Pemilik akun menuliskan, "Mari kita trendingkan INDONESIA KOYALK WKWKWKWKWKWKWKW.".
- Arti Istilah "Koyak": Dalam konteks bahasa Melayu, kata "koyak" bermakna robek atau sobek. Di media sosial, istilah ini biasa digunakan untuk menyindir pihak yang dianggap mudah tersinggung.
Eskalasi Penyebaran dan Reaksi Keras Netizen Indonesia
Unggahan yang dinilai menyinggung lambang negara ini dengan cepat memicu reaksi luas dari publik Tanah Air.
- Penyebaran Lintas Platform: Tangkapan layar dari unggahan Threads tersebut menyebar luas ke berbagai platform media sosial lain, seperti X dan TikTok.
- Sorotan terhadap Simbol Negara: Warganet Indonesia menilai tindakan mengedit gambar celana dalam berunsur warna bendera nasional sebagai bentuk pelecehan terhadap simbol negara, bukan sekadar rivalitas suporter sepak bola.
- Reaksi Warganet di Kolom Komentar: Sejumlah netizen menyampaikan kritik keras secara terbuka. Akun lunatrix.divine menuliskan, "Mau benci Indonesia? Bebas saja. Mau mengolok scr verbal? Semampu dan sekuatmu saja, bebas. Toh juga dg hinaanmu tidak menurunkan nilai kami juga. Tapi dg sengaja km mengedit bendera Indonesia? Ya lain cerita @nurulsakila_hajan."
- Kecaman Terhadap Hinaan Lambang Negara: Akun @inamura.679 memberikan respons terkait penghormatan terhadap simbol negara. Akun tersebut menuliskan, "Jgn pernah sekali2 menghina lambang negara kami. Kemerdekaan indonesia diperoleh dgn pengorbanan nyawa, limbahan darah dan air mata, bukan dr pemberian. Berani menghina lambang negara berarti melecehkan pengorbanan pahlawan dan rakyat indonesia dalam meraih kemerdekaan. Buat kang gagak, gaskan terus jgn kasih kendor."
- Peringatan Dampak Antarnegara: Akun @wcahya0 menuliskan peringatan, "Kalo udah gini, nanti urusannya antar negara loh, karena ini menyangkut lambang negara kami....bukan lg personal antar netizen aja. Tiati makcik.". Sementara itu, akun @NSonkhap menyindir, "Ngaku sdm tinggi tapi tingkah laku nya diinternet macam sdm rendah serendahnya."
Isu Profesi Pengunggah dan Penelusuran Identitas
Di tengah keramaian di media sosial, muncul klaim mengenai latar belakang pemilik akun pengunggah.
- Klaim Profesi Guru TK: Beredar dugaan di kalangan warganet bahwa pemilik akun yang mengunggah gambar tersebut berprofesi sebagai guru taman kanak-kanak (TK) di Malaysia.
- Status Verifikasi: Identitas asli, kewarganegaraan, maupun profesi pemilik akun tersebut belum dapat dipastikan atau diverifikasi secara independen.
Klarifikasi Peretasan dan Tanggapan Publik
Perkembangan terbaru menunjukkan perubahan status akun pengunggah serta munculnya pernyataan klarifikasi.
- Hilangnya Akun Asli: Hasil pemantauan menunjukkan bahwa akun @nurulsakila_hajan sudah tidak dapat ditemukan di platform Threads.
- Pernyataan Klaim Peretasan: Akun lain bernama @nurulsakilaabhajan muncul dan mengaku sebagai pemilik akun sebelumnya yang telah diretas. Pemilik akun menyampaikan, "Sebagai informasi, akun saya telah diretas oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan saya sekarang kehilangan akses ke akun tersebut. Saya tidak dapat lagi mengakses atau mengontrol akun tersebut. Setiap unggahan, komentar, pesan, atau aktivitas yang dilakukan melalui akun tersebut bukan dari saya dan terjadi di luar sepengetahuan saya."
- Sikap Skeptis Warganet: Klarifikasi mengenai peretasan akun tersebut ditanggapi dengan keraguan oleh sejumlah warganet yang menilai hal itu sebagai upaya menghindari tanggung jawab. Akun @nantrf mengunggah bukti tangkapan layar dan menuliskan, "kau sudah ganti berkali-kali kali nama pengguna kau mau kelak apalagi bilang kena hack lah apalah dasar wanita penghibur.". Pengguna lain turut menimpali, "Iya gue cek kyknya uda berkali kali ganti user name wkwkwkw kenak mental kali ya enak taq komen."
