5 Hal Menarik tentang Puncak HJKB ke-216, Ada Pawai Jampana

5 Hal Menarik tentang Puncak HJKB ke-216, Ada Pawai Jampana

Zaenab Nurhabibah - detikJabar
Kamis, 08 Okt 2026 11:00 WIB
Logo Hari Jadi Kota Bandung ke-216
Logo Hari Jadi Kota Bandung ke-216. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 2026 akan hadir dengan konsep yang berbeda dari perayaan tahun-tahun sebelumnya. Meski Hari Jadi Kota Bandung diperingati setiap 25 September, rangkaian perayaannya masih berlanjut, puncak selebrasi HJKB ke-216 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di kawasan Balai Kota Bandung.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah perubahan pawai kendaraan hias menjadi konsep Pawai Jampana. Selain itu, ada gerakan kebersihan yang melibatkan seluruh wilayah Kota Bandung hingga peluncuran buku.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kira-kira apa saja hal menarik puncak HJKB ke-216 ini? Berikut selengkapnya:

1. Pawai Mobil Hias Diganti Pawai Jampana

Salah satu perubahan paling mencolok dalam HJKB ke-216 adalah tidak adanya pawai mobil hias seperti pada perayaan sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Pemkot Bandung memilih menggantinya dengan konsep Pawai Jampana, yakni helaran yang menggunakan jampana atau tandu tradisional yang dapat dihias dan dikreasikan.

Konsep tersebut dinilai lebih sederhana sekaligus memberikan ruang bagi kecamatan, perangkat daerah, komunitas, dan masyarakat untuk menunjukkan kreativitas masing-masing.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sebelumnya mengatakan konsep baru tersebut dirancang agar perayaan tetap meriah tanpa membutuhkan biaya besar.

"Insyaallah kami sedang merancang sebuah pawai yang sifatnya lebih sederhana, lebih menampilkan karya-karya kreatif yang tidak perlu menggunakan anggaran yang besar," ujar Farhan.

Farhan juga menyebut anggaran untuk konsep pawai baru tersebut diperkirakan jauh lebih kecil dibandingkan rencana sebelumnya. Perubahan ini menjadi bagian dari konsep HJKB yang lebih sederhana dan menekankan keterlibatan wilayah.

2. Mengusung Tema 'Solidarity in Harmony'

HJKB ke-216 mengangkat tema "Solidarity in Harmony". Tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas visual baru Kota Bandung.

Menurut penjelasan Pemkot Bandung, kata solidarity menggambarkan kebersamaan dan hubungan antarelemen masyarakat, sementara harmony menunjukkan bagaimana berbagai perbedaan dapat hidup berdampingan dan membentuk satu kesatuan.

Konsep tersebut juga diterapkan dalam identitas visual HJKB 216. Logo perayaan terdiri dari sejumlah modul yang memiliki arah berbeda, tetapi ketika disatukan membentuk sebuah komposisi.

Filosofi ini menggambarkan masyarakat Bandung yang memiliki latar belakang dan aktivitas beragam, tetapi tetap dapat saling terhubung.

Tema tersebut terasa relevan dengan konsep perayaan tahun ini yang lebih banyak memberikan ruang bagi wilayah dan masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

3. Ada Gerakan Bebersih Bandung Serentak

Semangat kebersamaan HJKB ke-216 juga diwujudkan melalui aksi nyata menjaga lingkungan.

Pemkot Bandung bersama masyarakat menggelar Bebersih Bandung secara serentak pada Jumat, 18 September 2026, atau sekitar satu pekan sebelum peringatan HJKB.

Kegiatan tersebut berlangsung di 30 kecamatan dan 151 kelurahan, serta melibatkan seluruh perangkat daerah di Kota Bandung. Gerakan ini juga menjadi bagian dari rutinitas Jumat Bersih atau Jumsih yang telah berjalan selama lebih dari 20 pekan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut kegiatan tersebut telah menjadi tradisi menjelang hari jadi kota.

"Sebagai sebuah tradisi, satu minggu sebelum ulang tahun Kota Bandung kita mengerahkan warga semuanya untuk bebersih," ujar Farhan.

Dengan begitu, perayaan HJKB tidak hanya diwujudkan dalam bentuk festival, tetapi juga kegiatan yang langsung melibatkan masyarakat di lingkungan masing-masing.

4. Ada Peluncuran Buku Foto Udara 'Bandung Above'

Fakta menarik lainnya adalah peluncuran buku foto udara berjudul Bandung Above yang menampilkan perbandingan kondisi Kota Bandung dari udara pada masa lalu dengan kondisi kota saat ini.

Dokumentasi tersebut memberikan gambaran bagaimana wajah Bandung berubah dari waktu ke waktu, termasuk perkembangan kawasan perkotaan dan tata ruangnya.

Farhan menyebut buku tersebut menarik karena memperlihatkan perbandingan foto udara masa lalu dan masa kini, peluncurannya menjadi bagian dari rangkaian agenda HJKB pada 25 September 2026.

Selain Bandung Above, Pemkot Bandung juga meluncurkan buku Cerita Kota Bandung yang melibatkan 16 penulis. Kehadiran buku-buku tersebut menjadi cara lain untuk merekam perjalanan dan perkembangan Kota Bandung.

5. Puncak Selebrasi Digelar 24 Oktober di Balai Kota

Nah, ini yang perlu dicatat! Hari Jadi Kota Bandung ke-216 diperingati pada 25 September 2026, tetapi puncak rangkaian perayaannya dijadwalkan pada 24 Oktober 2026.

Pada 25 September, agenda resmi HJKB mencakup upacara peringatan dengan imbauan mengenakan pakaian adat Sunda serta rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bandung.

Sementara itu, puncak rangkaian selebrasi akan dipusatkan di Balai Kota Bandung pada 24 Oktober 2026. Agenda tersebut direncanakan menampilkan berbagai potensi seni, budaya, kuliner, dan kreativitas dari berbagai wilayah Kota Bandung.

Jadi, perayaan HJKB ke-216 tidak berhenti pada 25 September, masyarakat masih dapat mengikuti rangkaian kegiatan hingga puncak selebrasi pada Oktober.

Dengan tema 'Solidarity in Harmony', HJKB ke-216 pada akhirnya tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia Kota Bandung, tetapi juga momentum untuk memperkuat kebersamaan, kreativitas, dan keterlibatan warga dalam kehidupan kota.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads