Niat tulus seorang anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) lansia meredakan situasi ricuh berujung petaka berdarah. Adin Nurodin (74) harus dilarikan ke puskesmas setelah ditebas senjata tajam oleh seorang terduga Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berinisial H (39) di Kampung Muara, Desa Mekarnangka, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Senin (5/10/2026) sore.
Insiden mencekam itu sempat terekam dalam video amatir yang viral di media sosial. Dalam tayangan yang beredar luas, pelaku tampak terbaring tak berdaya di jalanan berbatu dengan kondisi tangan dan kaki terikat erat tali tambang, dikerumuni warga setempat bersama aparat kepolisian dan TNI.
Peristiwa bermula sekitar pukul 15.30 WIB. Adin mulanya menerima laporan dari warga terkait gelagat pelaku yang mendadak kambuh, mengamuk, hingga merusak rumahnya sendiri.
Merasa bertanggung jawab atas ketenteraman lingkungan, pria berusia 74 tahun itu langsung melangkah ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama warga sekitar.
Kapolsek Cikidang Iptu Sapri mengungkapkan detik-detik kedatangan korban yang langsung disambut tatapan pelaku.
"Korban bersama warga kemudian mendatangi rumah pelaku untuk mengecek situasi. Namun saat tiba di lokasi, korban langsung dilihat oleh pelaku," ujar Sapri dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Alih-alih mereda, kehadiran korban justru memicu kemarahan pelaku. Tanpa peringatan, H secara spontan menghampiri dan mengayunkan senjata tajam ke arah kepala anggota Linmas tersebut.
Sabetan mendadak itu seketika membuat suasana kampung geger. Melihat Adin bersimbah darah, warga yang berada di lokasi bergegas membantu dan melumpuhkan pelaku secara bersama-sama.
Guna mencegah amukan lanjutan yang kian membahayakan nyawa masyarakat, kedua tangan dan kaki pelaku langsung diikat kuat menggunakan tali tambang di jalanan sebelum petugas tiba di lokasi.
Polisi dan tim medis yang merapat ke lokasi bergerak cepat membagi penanganan evakuasi.
"Korban segera dievakuasi ke Puskesmas Cikidang untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara untuk terduga pelaku langsung diberikan suntikan penenang oleh pihak medis dan dibawa menggunakan ambulans menuju RSJ dr. H. Marzoedi Mahdi Bogor," jelas Sapri.
Menurut penuturan warga sekitar, riwayat gangguan kejiwaan pelaku memang tercatat sudah cukup lama. Jika kondisi kejiwaannya kambuh, ia kerap bertindak kasar kepada keluarganya dan merusak rumah.
Beruntung, luka sabetan yang diderita Adin di bagian kepala tidak berakibat fatal. Setelah mendapatkan perawatan intensif dari tim medis Puskesmas Cikidang, anggota Linmas lansia tersebut telah diperbolehkan pulang ke rumah.
Aparat setempat memastikan proses penanganan jangka panjang bagi pelaku agar tidak menimbulkan ancaman serupa di kemudian hari.
"Selanjutnya pihak Forkopimcam bersama pemerintah desa akan berkoordinasi dengan keluarga agar pelaku mendapat penanganan dan rehabilitasi di panti sosial milik Dinas Sosial," pungkasnya.
(sya/orb)