Modultrack, Kendaraan Penakluk Segala Medan Karya Dosen ITB

Modultrack, Kendaraan Penakluk Segala Medan Karya Dosen ITB

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 21:44 WIB
Modultrack kendaraaan segala medan ciptaan dosen ITB
Modultrack kendaraaan segala medan ciptaan dosen ITB (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Modultrack, jadi satu dari sekian banyak inovasi anak bangsa yang dipamerkan dalam ajang LEN Techno Day 2026 yang digelar di ITB Innovation Park Bandung Technopolis, Rabu (7/10/2026).

Kendaraan segala medan atau all terrain vehicle karya Dosen Prodi Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, Bismo Jelantik itu mejeng di lobby utama ITB Innovation Park.

Staf Transfer Direktorat Hilirisasi dan Komersialisasi Produk Teknologi ITB, Fahrizal, mengatakan Modultrack adalah kendaraan yang bisa digunakan di berbagai medan, baik untuk menunjang kegiatan pertanian atau untuk menjangkau daerah terpencil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau prototype sudah lewat, sudah bisa diproduksi massal. Hanya saja masih mencari mitra yang bisa diajak untuk memproduksi massal dari produk ini," kata Fahrizal kepada detikJabar.

Fahrizal mengungkapkan, kendaraan ini diproduksi di Bandung. Kendaraan ini juga sudah di ujicoba didaerah 3T, atau tertinggal, terdepan dan terluar. Untuk pengembangan kendaraan itu, dia sebut tinggal menunggu yang meminang.

ADVERTISEMENT

"Betul sekali, makanya kalau misalnya ada pihak lain yang tertarik untuk produksi ini, kebetulan motor ini juga sudah ada kekayaan intelektualnya. Jadi, ketika nanti memang ada mitra yang mau memproduksi, kami tinggal melisensikan atau melakukan skema-skema lain terkait komersialisasinya untuk produksi motor," ungkapnya.

Disinggung terkait spesifikasi, untuk mesinnya dan lain sebagainya masih dalam bentuk pabrikan. Tapi yang menjadi ciri khas dari produk motor ini lebih ke desain industri dari bentuk rangkanya.

"Bentuk rangkanya ini modular, jadi bisa disesuaikan dengan kebutuhan, makanya bisa ada tambahan-tambahan lainnya. Ya, memang yang menjadi ciri juga dari bentuknya, dan sudah terlindungi dalam kekayaan intelektualnya dari bentuk motor ini. Jadi memang nanti di kemudian hari akan diproduksi, perlu mendapatkan lisensi dari ITB," jelasnya.

Perkuat Ekosistem Inovasi, ITB dan PT LEN Dorong Kolaborasi Lintas Sektor di Techno Day 2026

Doorstop LEN Techno Day 2026Doorstop LEN Techno Day 2026 Foto: Wisma Putra/detikJabar

Untuk mendorong kemandirian teknologi bangsa, ITB Innovation Park diharapkan bisa menjadi titik temu antara akademisi, pelaku industri, dan pengembang teknologi. Hal ini ditegaskan oleh Rektor ITB Prof. Tatacipta Dirgantara di sela-sela perhelatan LEN Techno Day 2026 dan peringatan 35 tahun berdirinya LEN.

"Ini adalah awal, karena memang kita perlu untuk saling bicara, kita perlu untuk saling bertanya dan perlu untuk saling mengerti," kata Tata.

"Karena kita tidak akan mungkin hanya bekerja di dalam silo-silo akademisi mengerjakan penelitian sesuai dengan hobi masing-masing, industri bekerja tanpa bantuan talenta dan pemerintah membuat regulasi yang mungkin tidak sesuai dengan kenyataan," tuturnya.

Menurutnya, ITB sebagai perguruan tinggi teknologi tertua juga sangat berkepentingan, bahwa ITB tidak hanya menghasilkan SDM, tidak hanya menghasilkan paper, tapi juga benar-benar memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat.

"Jadi kita tidak hanya ingin menjadi universitas kelas dunia, tapi kita ingin menjadi lembaga yang relevan dan turut andil dalam pembangunan bangsa. Jadi dalam kegiatan ini ini ada empat bidang yang dibicarakan yaitu semikonduktor, artificial intelligence, radar serta satelit dan remote sensing yang para ahlinya ada di ITB," tuturnya.

Dirut PT LEN Prof. Joga Dharma Setiawan mengucapkan terimaksih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan LEN Techno Day 2026.

"Mari kita jadikan LEN Techno Day bukan hanya sebagai tempat untuk berbicara tentang masa depan teknologi, tetapi tempat untuk membangun masa depan tersebut bersama-sama," tuturnya.

Dia juga berharap, kegiatan ini bisa memperkuat kerja sama dengan pihak-pihak eksternal karena pihaknya tahu kemampuan pengembangan atau riset dari dalam itu terbatas.

"Jadi harus perkuat kolaborasi pengembangan research and development bersama mitra-mitra dari industri akademi dan riset institusi dalam dan luar negeri. Selain kami mengembangkan supaya terjadi industrialisasi, kami memiliki manufaktur plan untuk berbagai platform termasuk semi konduktor mulai dari kemampuan untuk mendisain chip," terangnya.

Sementara itu, Waka BUMN Tedi Bharata mengatakan, di usia PT LEN ke 35 tahun ini, dia ingi memperkuat talenta-talenta, bekerjasama dengan berbagai pihak, dengan Badan Riset Inovasi Nasional atau BRIN dan juga perkuat perkuat kolaborasi dengan universitas.

"Ini salah satu contohnya dengan ITB dan ada berbagai perguruan tinggi lainnya dan kami riset itu sudah terbukti yang kami lakukan dengan mulai tahun lalu dan kami ini meningkat dana dari kementerian sain dikti saintek dan kami akan terus perkuat juga kolaborasi dengan mitra-mitra industri dalam negeri dan luar negeri," ujarnya.

(wip/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads