Ikhtiar Brigadir Akka Menjemput Asa Anak Pesisir Cisolok

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 08 Okt 2026 08:00 WIB
Brigadir Akka, membangun pesantren mobile untuk anak pesisir Cisolok (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Jalan tanah berbatu di pelosok pesisir Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, begitu akrab dengan langkah Brigadir Akka Mahpudin.

Bagi warga setempat, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Cisolok ini bukan sekadar sosok berseragam yang hadir meronda atau menengahi silang sengketa. Di mata masyarakat akar rumput, ia adalah pejuang literasi dan pembina moral yang tak lelah merawat mimpi anak-anak desa.

Nama Akka sempat mencuat ke ruang publik dan masuk dalam jajaran usulan Hoegeng Awards 2022. Kala masih berpangkat bintara muda, ia menyisihkan sebagian gajinya sejak dilantik sebagai anggota Polri pada 2014.

Demi mendirikan SMK Bhayangkara di Kampung Pamugaran sekolah kejuruan cuma-cuma bagi anak yatim dan keluarga prasejahtera ia bahkan merelakan surat keputusan dinasnya dijadikan agunan ke bank.

Kala itu, Akka bersama para pengajar berkeliling mengetuk pintu rumah warga secara jemput bola demi membujuk anak-anak yang putus sekolah agar kembali belajar.

Kini, naluri pengabdian itu berlanjut ke ranah pendidikan agama. Saat menyambangi warga binaan, Akka kerap mendapati kerinduan para orang tua yang ingin memondokkan anak ke pesantren, tetapi terhalang biaya hidup dan asrama. Dari kegelisahan tersebut, melalui Yayasan Satyanatha, Akka merintis Pondok Pesantren Nusantara dengan program inovatif "Pesantren Mobile".

"Kita ketahui bersama permasalahannya, tidak setiap orang tua bisa menyekolahkan atau mendidik anaknya ke pondok pesantren. Dari permasalahan tersebut muncul gagasan pendirian Pondok Pesantren Nusantara dengan program Pesantren Mobile," kata Akka saat ditemui di Cisolok, Rabu (7/10/2026).

Melalui konsep jemput bola, para ustaz dan pengurus ponpes mendatangi sekolah-sekolah umum secara berkala. Pendekatan tatap muka ini dipadukan dengan ruang belajar daring melalui laman resmi pesantren agar para santri dapat mendalami modul keagamaan secara mandiri.

Untuk menjaga keselarasan dengan kurikulum formal, Akka merangkul guru Pendidikan Agama Islam di setiap sekolah sebagai koordinator pembinaan. Jangkauan program ini diarahkan menyasar lebih dari 40 sekolah dasar, 20 SMP, dan 7 SMA/SMK di wilayah Cisolok.

Akka memastikan para santri binaan tetap memperoleh pengakuan administratif berupa legalitas resmi pesantren. Saat ini izin majelis taklim telah terbit dan izin operasional pondok pesantren tengah berproses.

Inisiatif tersebut mendapat apresiasi dari pimpinan kepolisian setempat. Kepala Kepolisian Resor Sukabumi Ajun Komisaris Besar Benny Cahyadi hadir langsung meresmikan Ponpes Nusantara sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Darul Iman, Rabu (7/10/2026).

Benny menilai langkah Akka merupakan manifestasi konkret kehadiran Polri di tengah denyut persoalan masyarakat. Pengabdian kepolisian, menurut dia, tidak boleh berhenti pada fungsi penegakan hukum semata, melainkan berkesinambungan mendampingi kebutuhan sosial warga.

"Ini salah satu bukti nyata dengan kepemimpinan Pak Kapolri, polisi bersama masyarakat. Anggota kami mendedikasikan pelaksanaan tugasnya untuk hal yang bermanfaat bagi masyarakat, diawali pembangunan sekolah gratis dan kini berlanjut dengan fasilitas pesantren. Kami berusaha untuk selalu hadir bersama masyarakat," ujar Benny.




(sya/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork