"Kami Mendengar", Pemkab Bogor Serap Aspirasi dan Kebutuhan Warga Sekolah

Andry Haryanto - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 21:30 WIB
Kunjungan kerja Menko PMK Sugiono bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti ke SMAN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (7/10/2026). (Foto: Istimewa/Pemkab Bogor)
Bogor -

Manfaat papan interaktif digital dalam pembelajaran memunculkan harapan agar perangkat tersebut tersedia di setiap kelas. Aspirasi itu disampaikan dalam kunjungan kerja Menko PMK Sugiono bersama Mendikdasmen Abdul Mu'ti ke SMAN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (7/10/2026).

Sugiono mengatakan, kepala sekolah menyampaikan bahwa penggunaan papan digital membuat siswa lebih antusias mengikuti pelajaran. Karena itu, pihak sekolah berharap pemanfaatannya dapat menjangkau seluruh kelas. Pemerintah akan mengusahakan pemenuhan kebutuhan tersebut secara bertahap.

Harapan itu sejalan dengan perhatian Bupati Bogor Rudy Susmanto terhadap pemerataan fasilitas pendidikan. Menurutnya, lokasi sekolah semestinya tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh sarana dan mutu pembelajaran yang baik.

"Kami ingin anak-anak dimanapun mereka bersekolah tetap mendapatkan fasilitas dan kualitas pendidikan yang setara di seluruh wilayah Kabupaten Bogor," kata Rudy di sela kunjungan tersebut.

Upaya mewujudkan kesetaraan itu juga mencakup peningkatan kemampuan guru. Rudy menilai pembenahan sarana harus berjalan bersama penguatan tenaga pengajar agar dukungan terhadap kegiatan belajar semakin lengkap.

"Perbaikan tidak hanya dilakukan pada bangunan fisik sekolah, tetapi juga pada peningkatan kualitas dan kapasitas tenaga pengajar," ujarnya.

Untuk mengetahui persoalan yang dihadapi sekolah, Pemkab Bogor menjalankan program "Kami Mendengar". Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah menghimpun masukan mengenai kebutuhan pendidikan langsung dari warga sekolah.

Dinas Pendidikan mencatat, kunjungan Rudy ke SDN 04 Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, pada 22 Juni 2026 membahas sejumlah kebutuhan. Pembicaraan bersama warga sekolah mencakup kondisi fasilitas, keperluan siswa, hingga kesejahteraan guru.

Pembenahan sarana juga berlangsung di SDN Tegal Benteng, Kecamatan Cariu. Berdasarkan laporan Pemkab Bogor pada 6 Agustus 2026, dukungan APBD 2025 digunakan untuk membangun tiga ruang kelas baru, toilet, dan pagar.

Sekolah tersebut turut menerima bantuan APBN untuk rehabilitasi ruang kelas dan toilet serta pembangunan kantor sekolah. Dukungan dari kedua sumber anggaran itu menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan fasilitas pendidikan.

Sementara itu, peninjauan Sugiono di SMAN 2 Cibinong mencakup hasil perbaikan ruang kelas dan toilet. Ia menilai pekerjaan yang telah selesai sesuai dengan rencana dan kebutuhan sekolah.

Sugiono juga mengakui bahwa seluruh kebutuhan belum dapat dipenuhi sekaligus. Pemenuhan sarana, termasuk harapan menghadirkan papan digital di setiap kelas, akan diusahakan secara bertahap.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork