Cerita Korban Keracunan Makanan Korea di Bandung, Pusing hingga Diare

Cerita Korban Keracunan Makanan Korea di Bandung, Pusing hingga Diare

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 15:55 WIB
Kondisi restoran Korea yang diduga sebabkan sejumlah warga Bandung keracunan
Kondisi restoran Korea yang diduga sebabkan sejumlah warga Bandung keracunan. (Foto: Rifat Alhamidi)
Jakarta -

Lebih dari 200 orang diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan di sebuah restoran Korea di kawasan 23 Paskal, Kota Bandung.

RS, salah satu korban, menuturkan ia bersama pasangan dan dua temannya datang ke lokasi tersebut pada Sabtu (3/10) sekitar pukul 18.30 WIB.

"Kejadiannya, saya makan di sana bersama pasangan dan teman-teman saya berempat waktu itu, di sana kami pesan menu yang berbeda, saya dan teman pesan menu yang sama yaitu champion set beef bulgogi berisikan beef bulgogi, wakame soup, banchan. Pasangan saya pesan, budae jjigae set, yang berisikan sama juga ada sup budae jjigae, wakame soup dan banchan. Untuk teman yang satu lagi dia pesen pajeon, haemul sundubu, chicken tangsuyuk," ujarnya saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (7/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengungkapkan, keluhan kesehatan baru dirasakan pada keesokan harinya, Minggu (4/10).

ADVERTISEMENT

"Untuk saya sendiri, baru kerasanya di H+1 hingga sekarang, awalnya kerasanya sakit perut, dada kanan sakit, sakit kepala, sama diare," ungkapnya.

Hal serupa juga dialami oleh rekan-rekannya. "Untuk teman-teman saya juga sama diare semua," tambahnya.

RS mengaku telah menjalani pengobatan medis akibat kejadian tersebut. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa ia mengalami gejala keracunan.

"Ada suspek keracunan," ujarnya.

Ia menduga sumber keracunan berasal dari menu paket yang mereka pesan. "Kecurigaannya di makanan yang set. Karena kemarin yang bertiga makan yang set yang paling parah, teman saya yang cuma pesan cemilan tidak separah kita. Karena dia cuma icip-icip yang suaminya aja," jelasnya.

RS mengaku telah menghubungi pihak restoran terkait kejadian ini, namun hingga kini belum mendapatkan penjelasan maupun solusi.

"Sudah, sudah telepon kemaren sore cuma belum ada penyelesaiannya seperti apa," pungkasnya.

(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads