Sederet Upaya Perpanjang Napas Operasional TPA Sarimukti

Sederet Upaya Perpanjang Napas Operasional TPA Sarimukti

Whisnu Pradana - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 18:30 WIB
Pemulung memilah sampah plastik di zona perluasan atau zona 5 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (16/7/2025). Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengoperasikan zona 5 TPA Sarimukti yang mengusung sistem sanitary landfill seluas 6,3 hektare dan diharapkan dapat memperpanjang usia pakai TPA itu hingga 2,5 tahun ke depan. ANTARA FOTO/Abdan Syakura
TPA Sarimukti (Foto: ANTARA FOTO/Abdan Syakura).
Bandung Barat -

TPA Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini di ujung tanduk. Kapasitas TPA yang menampung sampah se-Bandung Raya itu sudah nyaris penuh dan tak lagi bisa beroperasi di November 2026.

Kondisi itu membuat daerah di aglomerasi Bandung Raya kelabakan. Sementara pengelola TPA Sarimukti kini sedang memutar otak mencari solusi memperpanjang sedikit napas operasionalnya hingga beberapa waktu kedepan sebelum TPPAS Legoknangka siap dioperasikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat, Arief Perdana mengatakan pihaknya diminta menyusun langkah jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang menghadapi penutupan TPA Sarimukti.

"Untuk jangka pendek (sampai akhir tahun 2026), kita akan lakukan pemadatan dibantu oleh Bina Marga untuk penggunaan mesin gilas/pemadat jalan. Kemarin sudah diidentifikasi butuh yang kapasitas 12 ton, tapi yang ada baru 4 ton, jadi sedang kita diskusikan," kata Arief saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).

ADVERTISEMENT

Upaya lainnya, yakni menambah ketinggian Zona 5 sebagai satu-satunya zona yang dioperasikan menampung sampah Bandung Raya. Zona 5 dengan luas 6,3 hektare diperkirakan mampu menampung 700.000 ton sampah, namun saat ini kapasitasnya hanya tersisa 20 persen lagi.

"Sekarang sedang kita tata, mudah-mudahan kalau stabil dan tidak ada longsoran, ketinggiannya bisa kita tambah sedikit. Kemudian kita akan memakai kembali Zona 4 yang dulu pernah longsor (di bawah Zona 5) untuk menampung sampah sampai akhir tahun," kata Arief.

Lalu untuk jangka menengah, pihaknya akan bekerjasama dengan pihak ketiga. Di antaranya penawaran dari TNI untuk pirolisis, penawaran dari pihak Asiana di TPA Sarimukti untuk pengolahan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF),/landfill mining (sampah lama digali lagi sehingga ada ruang baru untuk sampah baru).

"Kemudian pemanfaatan gas oleh Hyundai. Semua ini baru mulai berjalan di tahun 2027. Jika di awal hingga pertengahan 2027 fasilitas tersebut belum berjalan, kita akan fungsikan kembali Zona 3 dan Zona 4," ujar Arief.

Namun sebelum dioperasikan ulang, pihaknya mesti membangun gravity wall (tanggul penahan) di bagian bawah terlebih dahulu dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp24 miliar.

"Jika anggaran tersedia di Januari 2027, kita bisa lelang dini di bulan Desember 2026 agar Januari langsung dibangun tanggulnya. Untuk jangka panjang, kita lakukan percepatan penanganan," kata Arief.

Terakhir, pihaknya meminta peran dari setiap daerah untuk mengurangi pembuangan sampah ke TPA Sarimukti. Selain itu, masyarakat diminta ikut aktif mengolah sampah sejak dari rumah tangga.

"Tiap 2 minggu kita sudah kirim surat ke masing-masing kabupaten dan kota supaya mengurangi sampah. Kami juga sudah turun langsung menekankan sosialisasi ke para camat dan lurah agar pengurangan sampah menjadi indikator kinerja mereka," kata Arief.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Menteri LH Kenalkan Tobat Ekologis Nasional, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads