Upaya penertiban penggunaan knalpot bising seakan tak ada habisnya. Deru knalpot bronk dari sepeda motor, masih mudah ditemukan di jalanan Kota Tasikmalaya.
Di sisi lain Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya Kota pun terus gencar melancarkan penertiban dengan berbagai cara. Selain menggelar razia di jalan, polisi juga mendatangi sekolah-sekolah untuk menertibkan knalpot bising sepeda motor milik pelajar.
Kasatlantas Polres Tasikmalaya Kota, AKP Haga Deo Harefa membenarkan salah satu upaya penertiban knalpot bising dilakukan dengan cara gerilya ke sekolah-sekolah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk penindakan knalpot bronk kita telah melaksanakan dua kegiatan, yang pertama kita bekerjasama dengan sekolah-sekolah yang ada di wilayah Tasikmalaya. Police goes to school," kata Haga Deo, Selasa (6/10/2026).
Dia menjelaskan, di sekolah polisi memberikan imbauan dan memeriksa sepeda motor yang terparkir. Jika ditemukan ada knalpot bising, maka langsung dilakukan penggantian. Polisi bahkan membawa mekanik untuk melakukan penggantian di tempat. Sementara pihak sekolah mengundang orang tua siswa pemilik sepeda motor untuk membawa knalpot standar.
"Ya kita memberikan imbauan. Kita melaksanakan penggantian knalpot yang tidak sesuai spektek (spesifikasi teknis), kita ganti dengan knalpot standar. Pada saat itu juga guru memanggil ortu untuk hadir dalam kegiatan tersebut," kata Haga Deo.
Aksi polisi ini dipandang cukup efektif mengingat pelajar merupakan salah satu kalangan yang gandrung menggunakan knalpot bising. Namun demikian aksi ini tetap diwarnai drama, tak sedikit siswa bahkan orang tua yang keberatan dengan penertiban yang langsung dibarengi penyitaan tersebut.
KBO Satlantas Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Eris Rikiarisandi mengatakan ada satu momentum orang tua siswa protes ketika polisi melakukan penindakan ini. Pasalnya knalpot yang diamankan memiliki harga yang cukup lumayan, mencapai jutaan rupiah.
"Ada yang keberatan karena harga knalpot bronk miliknya seharga Rp3 juta, tapi kami berikan pemahaman akhirnya mereka menyadari," kata Eris.
Selain mendatangi sekolah-sekolah polisi juga menggelar razia di ruas jalan protokol Kota Tasikmalaya secara berkala. Kendaraan yang didapati berknalpot bising maka akan langsung ditindak dengan mengamankan kendaraan ke Mapolres.
"Hasil dari kegiatan ini sudah ada 436 knalpot bising yang kami amankan dalam rentang waktu beberapa pekan terakhir. Kami berkomitmen akan terus melakukan penindakan ini secara berkelanjutan," kata Haga Deo.
Dia mengimbau agar semua pengguna jalan mematuhi aturan lalu lintas, termasuk soal penggunaan knalpot yang tak sesuai spesifikasi teknis.
"Tak bosan kami imbau agar semua pengguna jalan bisa mematuhi aturan berlalulintas, demi keamanan, keselamatan dan kenyamanan kita semua," kata Haga Deo.
(yum/yum)
