Urine umumnya berwarna kuning dengan tingkat kejernihan yang berbeda-beda. Kondisi tersebut dapat berubah bergantung pada keadaan tubuh dan jumlah cairan yang dikonsumsi seseorang.
Namun, bagaimana jika urine justru berubah menjadi hijau?
Urine berwarna hijau belakangan menjadi perhatian setelah sebuah foto yang menunjukkan kondisi tersebut viral di media sosial Threads. Warna urine yang tidak biasa itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan penyebabnya, termasuk apakah kondisi tersebut berkaitan dengan penyakit tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spesialis urologi dr Hilman Hadiansyah, SpU, mengatakan perubahan warna urine menjadi hijau dapat terjadi karena berbagai faktor.
"Bisa karena obat-obatan, pewarna dari makanan, dan yang perlu diperhatikan adalah infeksi saluran kemih, terutama oleh bakteri tertentu seperti Pseudomonas," kata dr Hilman saat dihubungi detikcom, belum lama ini.
Menurut dr Hilman, urine berwarna hijau tidak selalu menandakan kondisi yang berbahaya. Dokter perlu memastikan penyebab perubahan warna tersebut terlebih dahulu.
"Kalau karena obat atau pewarna, biasanya tidak berbahaya dan warna urine akan kembali normal dengan sendirinya," katanya.
Namun, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian jika perubahan warna urine terjadi akibat infeksi. Infeksi saluran kemih, termasuk yang disebabkan bakteri tertentu seperti Pseudomonas, memerlukan penanganan medis.
"Tapi bila disebabkan oleh infeksi, tentu infeksinya perlu diobati. Jadi, urine berwarna hijau tidak selalu berarti kondisi yang serius, tetapi kalau menetap atau disertai demam, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri pinggang, sebaiknya diperiksakan ke dokter," tutupnya.
Baca berita selengkapnya di detikHealth.
(dpy/sud)
