Cukup 10 Menit Jogging Ringan untuk Pertajam Fokus dan Mood

Kabar Nasional

Cukup 10 Menit Jogging Ringan untuk Pertajam Fokus dan Mood

Elmy Tasya Khairally - detikJabar
Senin, 05 Okt 2026 06:00 WIB
Ilustrasi berlari
Ilustrasi berlari (Foto: Getty Images/Dmitry Belyaev)
Jakarta -

Olahraga berat bukan satu-satunya jalan untuk meningkatkan kesehatan mental. Riset terbaru dari Universitas Tsukuba, Jepang, mengungkap bahwa jogging ringan selama 10 menit sudah cukup untuk mendongkrak kemampuan atensi, pengendalian diri, serta suasana hati.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Imaging Neuroscience edisi Agustus ini melibatkan 24 partisipan dewasa muda. Dalam eksperimennya, mereka menjalani dua sesi berbeda: berlari santai di atas treadmill selama 10 menit dan beristirahat total. Hasilnya, sebagaimana dilansir dari detikHealth, performa kognitif peserta melonjak signifikan usai berlari dibandingkan saat hanya diam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemantauan otak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pada korteks prefrontal, yakni area yang mengendalikan fokus dan pengambilan keputusan. Kecepatan lari yang digunakan dalam studi ini tergolong sangat santai, hanya berkisar 3 hingga 5,9 kilometer per jam dengan detak jantung rata-rata 105-107 denyut per menit.

"Satu sesi berlari, bahkan dengan kecepatan sangat lambat, dapat membangkitkan suasana hati yang menyenangkan dan meningkatkan fungsi eksekutif," tulis para peneliti dalam laporannya.

ADVERTISEMENT

Temuan ini juga menyoroti kaitan unik antara gerakan kepala saat berlari dengan kondisi psikologis. Semakin dinamis gerakan kepala ke atas dan ke bawah, semakin positif suasana hati yang dirasakan peserta. Efek ini bahkan tetap bertahan meski detak jantung telah kembali normal.

Dr. John La Puma, spesialis penyakit dalam asal California, menjelaskan mekanisme biologis di balik fenomena ini. Menurutnya, "Gerakan ringan memicu jalur norepinefrin dan dopamin yang membangunkan bagian otak yang bertanggung jawab atas fokus dan pengendalian diri,"

Kendati demikian, para ahli mengingatkan agar hasil studi ini disikapi dengan bijak. Dr. Scott Nass dari SwiftCareMD menekankan bahwa jogging singkat bukanlah obat ajaib untuk gangguan mental berat seperti depresi atau kecemasan.

"Lari ringan sebentar dapat membantu seseorang mendapatkan energi, yang mungkin membuat mereka merasa lebih baik secara mental dan membantu mereka fokus," ujar Nass. Namun, ia menambahkan bahwa efek tersebut kemungkinan besar bersifat sementara dan belum tentu berlaku bagi lansia atau individu dengan kondisi medis tertentu.

Mengingat skala penelitian yang masih kecil dengan hanya 24 responden, diperlukan studi lanjutan dengan cakupan partisipan yang lebih luas untuk memperkuat bukti manfaat lari lambat terhadap fungsi otak secara jangka panjang.

Artikel ini sudah tayang di detikHealth



(elk/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads