Pekerja yang tertimbun longsoran kirmir di bantaran Sungai Cijangjawa, Kelurahan Cisaranten Wetan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, telah berhasil dievakuasi. Korban bernama Rian Ramdani (27) mengalami luka di bagian dahi dan kaki.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Saat kejadian, Rian bersama pekerja lainnya tengah melakukan pengerjaan perbaikan kirmir di bantaran sungai.
Kapolsek Cinambo Kompol Subana mengatakan longsoran terjadi ketika kirmir yang sedang diperbaiki tiba-tiba runtuh dan menimpa korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telah terjadi longsoran kirmir yang sedang diperbaiki mengakibatkan satu orang pekerja tertimbun longsoran dan mengalami luka di kepala bagian dahi sebelah kiri, dan kaki," kata Subana.
Korban diketahui bernama Rian Ramdani, 27 tahun, warga Kampung Cipedes, Desa Jatinunggal, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Rian bekerja sebagai buruh harian lepas.
Subana mengatakan korban kemudian dibawa ke RSUD Ujungberung untuk mendapatkan penanganan medis.
"Pukul 14.30 WIB korban dibawa ke RSUD Ujungberung guna pengobatan lebih lanjut," ujarnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bandung Roby Darwan mengatakan proses evakuasi korban dilakukan petugas Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bandung.
"Proses penyelamatan berjalan dengan lancar. Menurut keterangan, korban mengalami luka di bagian dahi dan kaki. Saat ini sudah dirujuk ke RSUD Ujungberung," kata Roby.
Roby mengatakan berdasarkan keterangan warga, korban tertimbun saat proses penggalian untuk pekerjaan rehabilitasi kirmir.
"Menurut warga, saat itu sedang dilakukan pengerjaan penggalian untuk pelaksanaan rehabilitasi kirbat, mungkin seperti itu," ujarnya.
Hingga saat ini, BPBD Kota Bandung masih menunggu informasi terbaru mengenai kondisi Rian setelah mendapat perawatan di rumah sakit.
"Untuk kondisi saat ini belum kita ketahui. Namun karena tadi sudah langsung dibawa ke RSUD, kami masih menunggu informasi selanjutnya," kata Roby.
BPBD Soroti Risiko Pengerjaan
Kejadian tersebut menjadi perhatian BPBD, terutama terkait keselamatan pekerja ketika melakukan pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi seperti penggalian di area yang kondisi tanahnya rawan.
Roby mengatakan setiap pekerjaan yang berisiko seharusnya melalui penilaian terhadap potensi bahaya sebelum dikerjakan.
"Antisipasinya mungkin untuk pengerjaan-pengerjaan yang lebih berbahaya harus lebih dipantau kerawanan dan risikonya. Intinya, mungkin harus ada penilaian di setiap pengerjaan. Misalnya, kalau dilakukan penggalian, harus dinilai dampaknya seperti apa," tuturnya.
Menurut Roby, keberadaan tim teknis juga penting untuk memastikan pekerja memahami risiko yang mungkin muncul selama pengerjaan.
"Mungkin karena yang namanya pekerja tidak semuanya mengetahui risiko pekerjaannya. Jadi mungkin harus ada tim teknisnya," pungkasnya.
(bba/yum)
