Nostalgia Koes Plus hingga Ruth Sahanaya Hipnotis Penonton di Hari Pertama TPJF 2026

Nostalgia Koes Plus hingga Ruth Sahanaya Hipnotis Penonton di Hari Pertama TPJF 2026

Siti Nurhaliza Safitri - detikJabar
Minggu, 04 Okt 2026 06:30 WIB
Bilal Indrajaya tengah menyanyikan Niscaya di Panggung Kota Baru Parahyangan, The Papandayan Hotel Bandung, Sabtu (3/10/2026).
Foto: Siti Nurhaliza Safitri
Bandung -

The Papandayan Jazz Festival (TPJF) kembali menemani akhir pekan para penikmat musik di Hotel The Papandayan Bandung. Pergelaran ini berlangsung selama dua hari, tepatnya Sabtu 3 Oktober dan Minggu 4 Oktober 2026.

TPJF tahun ini menghadirkan enam panggung yang menawarkan penampilan menggugah sekaligus suasana berbeda pada setiap stage. Konsep tersebut memberikan pengalaman unik bagi penonton untuk berpindah dari satu panggung ke panggung lainnya.

Pada hari pertama, antusiasme penonton tampak membuncah di area Pasar Jazz yang telah dipadati sejak sore hari. Sembari menikmati ragam suguhan booth kuliner, pengunjung ditemani lantunan nada dari deretan grup musik seperti Aftertones, Unpas, Taruna Bakti, hingga Neo's.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memasuki area hotel, Panggung Ron88 di dekat area lobi langsung menyambut kedatangan pengunjung. Gege Gumilar Band bersama Tiara Effendy dan Yerry T-Five membawakan tembang-tembang bertema Bandung Tempo Doeloe. Senandung lagu "Pergi Ke Bulan" dan "Sepanjang Jalan Kenangan" yang dipopulerkan Tetty Kadi pun bergema merdu di Cimanuk Ballroom.

Melangkah lebih dalam, penonton disuguhi panggung area rooftop yang disulap apik menjadi BRI Stage. Semilir angin sore berpadu indahnya langit jingga menjadi latar syahdu saat grup musik Smoove membawakan karya andalan mereka berjudul "Waterfall".

ADVERTISEMENT

Area rooftop kian disesaki penonton kala irama khas Indonesia Timur mulai dimainkan. Sajian "Rasa Sayange" bernuansa Ambon Jazz Rock racikan Barry Likumahuwa sukses membakar gairah penonton. Panggung semakin bergemuruh saat Lalahuta tampil enerjik berkolaborasi bersama Rieka Roslan.

Di sisi lain, Panggung Kota Baru Parahyangan mulai dipadati penonton lintas generasi sejak pukul lima petang. Sorak sorai pecah saat The Gentlemen's Club-yang diperkuat Teza Sumendra, Bilal Indrajaya, dan Adikara Fardy-bergantian membawakan karya legendaris Koes Plus. Lagu-lagu abadi seperti "Kisah Sedih di Hari Minggu" hingga "Andaikan Kau Datang" ampuh membius memori nostalgia penonton.

Adikara Fardy tengah menyanyikan Adikara Fardy tengah menyanyikan "Primadona" di Panggung Kota Baru Parahyangan, The Papandayan Hotel Bandung, Sabtu (3/10/2026). Foto: Siti Nurhaliza Safitri

Bilal Indrajaya mengaku telah mengidolakan Koes Plus sejak lama. Di sela penampilannya, ia membagikan kisah inspiratif bahwa grup legendaris tersebut merupakan pemantik utamanya untuk berkiprah di kancah musik Tanah Air.

"Kalau ditanya apa band Indonesia favorite, saya akan jawab Koes Plus. Dulu namanya Koes Bersaudara, kemudian ganti nama Koes Plus and the rest is history. Kalau enggak ada Koes Plus saya enggak akan jadi musisi, penulis lagu, bahkan penyanyi," ucapnya sambil diiringi alunan nada kibor sore itu.

Masih di panggung yang sama saat malam menyelimuti, Ruth Sahanaya tampil memukau membuka aksinya lewat lagu "Kaulah Segalanya". Senyum hangat merekah dari para penggemar tatkala diva yang akrab disapa Mama Uthe ini mengenang memori manis di Hotel The Papandayan, tempat digelarnya resepsi pernikahannya dahulu.

Suasana berubah riuh penuh energi saat lagu "Astaga" menggema hingga ke langit-langit Suagi Grand Ballroom. Gemuruh tepuk tangan dan goyangan penonton menambah semarak suasana. Malam kian larut, namun denyut keseruan tak kunjung surut saat Diskoria berpadu suara dengan Andien melantunkan lagu hit "C.H.R.I.S.Y.E".

Berbeda dengan panggung utama, panggung TP Stage menawarkan atmosfer yang jauh lebih intimate. Sederet aksi musisi berkelas turut memanjakan telinga pengunjung, di antaranya MasterClass by Sri Hanuraga, SND, Dadaks, Cinere Jazz feat. Happy Pretty, serta Yonathan Godjali Quartet.

Kekhasan lain tersaji di area Tropical Garden Hotel The Papandayan Bandung. Dibalut panorama taman asri serta temaram sorotan lampu hijau, penonton serasa dibawa menyelami negeri dongeng dengan iringan musik One Note Voices, Nakisha, hingga Barang Bekasi feat. Durching Cimahi.

Salah seorang penonton, Yulia, menyambut antusias perhelatan TPJF sebagai agenda festival jazz tahunan yang senantiasa dinanti warga Kota Kembang. Ia sengaja hadir pada hari pertama demi bernostalgia menyaksikan tembang Koes Plus yang dibawakan The Gentlemen's Club.

"Menarik untuk dikunjungi, mudah-mudahan TPJF selalu konsisten mendukung perkembangan musik Indonesia, khususnya jazz karena saya lihat genre ini hanya digemari kalangan tertentu," ucapnya saat diwawancarai di area Pasar Jazz, Sabtu (4/10/2026).

Mengusung tema "Sound to the Soul", TPJF tahun ini menyuguhkan lebih dari 50 program pertunjukan musik selama dua hari berturut-turut.

(tya/tey)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads