Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti polemik akses jalan di Kampung Ranca Bayawak, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, yang bersinggungan dengan perumahan elite. Farhan meminta supaya masalah itu bisa diselesaikan dengan musyawarah.
Sekadar diketahui, polemik di sana terjadi setelah muncul video warga yang kesulitan saat membawa jenazah ke pemakaman. Dalam narasinya, warga tidak leluasa mengangkat keranda karena posisinya sudah berbentuk terowongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau itu, saya sudah meminta pengembangnya untuk menyelesaikannya dengan warga. Karena bagaimanapun juga, itu adalah bagian dari properti mereka yang belum diserahkan sebagai PSU," kata Farhan, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Farhan, dia sudah beberapa kali bertemu dengan warga maupun pihak pengembang. Sayangnya, tidak ada kesepakatan meski beberapa opsi sudah diajukan.
"Saya sudah ketemu dua kali, baik dengan warga maupun dengan pihak pengembang agar memastikan ada kesepakatan. Jadi rupanya tidak ada kesepakatan," ucapnya.
"Saya kira seharusnya bisa selesai dengan musyawarah. Agak repotnya gini, sebetulnya. Secara teknis, biasanya itu jalur itu akan terganggu kalau musim hujan, karena itu memang tempat penyaluran air. Cuma kalau menggunakan jalan yang baru, jadi muter," tambahnya.
Farhan pun sebetulnya berharap ada kesepakatan dengan cara membuka akses baru meski lebih jauh dijangkau warga. Rupanya, opsi penawaran ini masih belum disepakati bersama.
"Ini mah artinya gini, apakah jalannya jadi terisolasi? Tidak. Tetapi jalannya jadi muter. Artinya ada titik temu harusnya, sok badami. Tetapi ternyata masih belum memuaskan. Sok atuh, yuk kita ngobrol lagi. Apa lagi yang bisa dibantu? Karena, ya, itulah, dinamika sosial ini yang mesti dibicarakan bersama," pungkasnya.
(iqk/iqk)
