Viral Petugas Parkir RSUD Palabuhanratu Diludahi Pria Berbaju Oranye

Viral Petugas Parkir RSUD Palabuhanratu Diludahi Pria Berbaju Oranye

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 02 Okt 2026 18:56 WIB
Viral petugas parkir diludahi
Viral petugas parkir diludahi (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Aksi arogansi seorang pria terhadap petugas pos tiket parkir di RSUD Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. Pria tersebut membentak hingga meludahi wajah petugas yang sedang berjaga di dalam loket.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, seorang pria mengenakan kaus oranye mendatangi pos kasir parkir rumah sakit dengan nada emosi. Menggunakan bahasa Sunda, pria itu berulang kali menyebut nama 'Abor' dan menuntut petugas loket segera menghubunginya.

Petugas parkir sempat berusaha menjelaskan bahwa dirinya hanya pekerja yang sedang menjalankan tugas. Namun, pelaku justru makin emosi. Di tengah upaya sejumlah orang melerai, pria berbaju oranye itu tiba-tiba langsung meludahi wajah sang petugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak operasional parkir PT Karya Kencana Solutindo (KKS) Palabuhanratu, Abor, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Kejadian terjadi pada Jumat (2/10/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

"Ada satu motor datang ke rumah sakit, berdua mengaku dari parkir pasar. Dia menanyakan saya ke kasir parkir dan menyuruh anak buah saya menelepon. Petugas kami kan orang baru, tidak tahu apa-apa dan tidak pegang data, akhirnya dia marah-marah," kata Abor saat dikonfirmasi detikJabar.

Abor menduga pria tersebut dalam kondisi terpengaruh alkohol saat mendatangi lokasi.

"Kondisinya diduga mabuk, tercium bau minuman. Sangat disayangkan perbuatan seperti itu. Kalau memang butuh saya, di pos masuk dan pos keluar itu terpampang nomor pengaduan, ada nomor kontak saya. Tinggal telepon langsung, jangan mengintimidasi anak buah saya yang lagi kerja," ucapnya.

Menurut Abor, aksi tersebut salah sasaran karena petugas parkir di RSUD Palabuhanratu sama sekali tidak berkaitan dengan persoalan parkir di pasar yang tengah bergulir di Disdagin.

"Ini salah kaprah. Pekerja di rumah sakit tidak ada urusannya dengan masalah pasar. Kemarin kami memang hadir bersama pengacara atas perintah komisaris KKS untuk meminta ketegasan ke Disdagin, tapi tidak ada kaitannya dengan petugas pos di sini. Kami merasa diteror dengan tindakan ini," jelasnya.

Abor sendiri mengaku masih menunggu instruksi atasannya terkait rencana pelaporan ke pihak kepolisian. "Masih menunggu arahan," singkatnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Usut Tuntas Keterlibatan Anggota DPRD di Kasus Kematian dr Icha"
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads