Kabar Internasional

Teror Beruang Hitam Bikin Geger Warga Tokyo

Tim detikTravel - detikJabar
Jumat, 02 Okt 2026 23:00 WIB
Ilustrasi beruang hitam. (Foto: REUTERS/Russell Cheyne)
Jakarta -

Warga Hachioji, Tokyo, Jepang, digegerkan dengan kemunculan beruang hitam Asia di kawasan permukiman mereka. Insiden ini berujung pada tindakan tegas berupa penembakan darurat, yang tercatat sebagai kali pertama terjadi di wilayah tersebut.

Dikutip dari detikTravel yang melansir News On Japan, beruang itu ditemukan terjebak dalam perangkap di kawasan Otsumachi, Hachioji, Tokyo, pada Senin (28/9). Salah satu kaki belakangnya terjepit, memicu kepanikan saat satwa tersebut berusaha melepaskan diri.

Polisi segera menerima laporan warga sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Setelah melakukan koordinasi, otoritas Tokyo akhirnya memutuskan untuk melakukan penembakan darurat sesuai dengan prosedur mitigasi konflik satwa liar yang berlaku.

Perlu diketahui, Pemerintah Kota Tokyo memang memberikan izin penggunaan senjata api dalam kondisi darurat untuk melumpuhkan beruang yang tertangkap di area permukiman.

Kejadian ini menjadi catatan sejarah sebagai penembakan beruang darurat pertama di Tokyo. Lokasi penemuan beruang hanya berjarak sekitar 8 kilometer dari Stasiun Takao, akses utama menuju Gunung Takao yang merupakan destinasi wisata populer.

Area tersebut bukanlah hutan terpencil, melainkan kawasan padat penduduk yang dihuni sekitar 70 keluarga.

Ketua Asosiasi Lingkungan setempat, Yamashita, mengungkapkan penampakan beruang di wilayah tersebut bukanlah hal baru. Bahkan, warga sempat mendokumentasikan kehadiran satwa tersebut melalui kamera dasbor kendaraan.

"Sebelumnya seekor beruang pernah terekam kamera dasbor kendaraan saat menyeberang jalan. Acara-acara lokal dan hari bersih-bersih komunitas kadang dibatalkan setelah penampakan beruang karena beruang dewasa mungkin juga berada di dekatnya," kata dia.

Perangkap yang terpasang di lokasi sebenarnya ditujukan untuk menghalau gangguan satwa liar lain seperti babi hutan dan rusa. Namun, kali ini justru beruang yang terjebak. Para ahli memperingatkan bahwa beruang yang sempat mendapatkan sumber makanan di area permukiman pada 2025, memiliki kecenderungan untuk kembali ke lokasi yang sama pada 2026.

Profesor dari Universitas Iwate, Takoshi Yamauchi, menjelaskan bahwa buruknya hasil panen kacang beech pada 2025, terutama di wilayah Hokkaido dan Tohoku, menjadi pemicu utama beruang turun ke daerah berpenduduk untuk mencari makan.

Fenomena ini menegaskan bahwa konflik satwa liar kini tak lagi terbatas di daerah pegunungan atau pedesaan. Kawasan wisata seperti Takao pun kini menuntut kewaspadaan ekstra dari para pelancong.

Yamauchi mengimbau wisatawan agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan provokatif saat berhadapan dengan beruang. "Yamauchi mengimbau para wisatawan agar tidak berteriak, melempar benda, atau tiba-tiba berbalik badan dan berlari ketika berhadapan dengan beruang. Jika memungkinkan, ia mengharapkan orang-orang segera masuk ke dalam kendaraan atau bangunan saat bertemu beruang."

Artikel ini telah tayang di detikTravel




(orb/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork