4 Fakta Amukan Monyet Ekor Panjang yang 'Terluka' di Sukabumi

Round-up

4 Fakta Amukan Monyet Ekor Panjang yang 'Terluka' di Sukabumi

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 02 Okt 2026 12:00 WIB
Monyet ekor panjang di obyek wisata Karang Gantungan
Ilustrasi monyet ekor panjang (Foto: Wisma Putra/detikTravel)
Sukabumi -

Seekor monyet ekor panjang tiba-tiba hilang kendali dan menyerang majikannya dengan ganas di Kampung Cibojong RT 27/09, Desa Pulosari, Kalapanunggal, Sukabumi. Kejadian ini sudah ditangani pihak terkait. Berikut fakta-fakta dalam kejadian ini:

Korban Alami Luka

Akibat serangan ganas tersebut, sang pemilik menderita luka robek parah di kedua tangannya hingga harus menerima 26 jahitan.

Peristiwa mencekam ini dilaporkan langsung oleh korban ke Pos Rescue Damkar Kalapanunggal sekitar pukul 15.59 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami dapat laporan dari pemilik hewan, Bapak Adang. Hewan peliharaannya menyerang beliau karena stres. Menurut informasi korban, lukanya sampai 26 jahitan di kedua belah tangan," kata petugas Rescue Damkar Kalapanunggal Ismail Marjuki saat dikonfirmasi detikJabar, Kamis (1/10).

Monyet Ngamuk Akibat Luka di Pinggang

Ismail mengungkapkan, amukan satwa liar tersebut dipicu oleh rasa sakit akibat luka parah di bagian pinggang bawah. Luka itu timbul lantaran rantai besi yang melingkari tubuh kera tidak dipasangi selang pelindung, sehingga terus bergesekan hingga merobek kulit.

ADVERTISEMENT

Nahas, saat korban berupaya mendekat untuk mengobati luka tersebut, kera yang tengah menahan rasa sakit itu langsung menyerang dan menggigit kedua tangan tuannya tanpa ampun.

Damkar Turun Tangan

Mendapati laporan darurat, regu penyelamat Damkar Kalapanunggal langsung meluncur ke lokasi kejadian dengan peralatan pelindung diri lengkap.

Petugas sempat berjibaku mengendalikan kera yang masih agresif di area pagar pembatas menggunakan tongkat penjepit (grab stick) dan jerat khusus.

Monyet Dilumpuhkan

Setelah berhasil dilumpuhkan, petugas terlebih dahulu membersihkan dan mengobati luka infeksi di pinggang kera tersebut. Untuk mencegah insiden serupa terulang, satwa primata itu langsung dievakuasi jauh dari pemukiman warga.

"Setelah kita obati lukanya, hewannya langsung kami lepasliarkan kembali ke kawasan hutan yang jauh dari permukiman warga," tegas Ismail.

(wip/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads