Klub bola basket, Hangtuah Jakarta berencana akan melakukan pengelolaan dan pengembangan lapangan indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Adanya langkah tersebut membuka peluang menjadi area sport tourism dan sport industry.
Rencana pengembangan tersebut mengemuka setelah Pemkab Bandung bertemu dengan PT Hangtuah Mahardika Sportive di Kantor Bupati Bandung, Soreang, Kamis (1/10/2026). Rencananya area tersebut akan menjadi homebase untuk Hangtuah Jakarta.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik adanya rencana pengembangan tersebut. Pasalnya hingga saat ini area tersebut belum ada pihak ketiga yang mengelola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama ini Si Jalak Harupat belum ada pihak ketiga yang mengelola. Yang penting kita belum ada ikatan dengan siapa pun. Jadi silakan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku," ujar Dadang
Dadang menilai kehadiran PT Hangtuah menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah. Menurutnya peluang tersebut akan mengurangi beban pemeliharaan.
"Kami jujur berat di pemeliharaan. Karena itu, kami ingin memaksimalkan barang milik daerah sebagai penambahan pendapatan," katanya.
Pihaknya mengaku membuka peluang kerja sama dengan prinsip bisa saling menguntungkan. Sehingga dalam rencana kerja sama tersebut bisa turut mengembangkan area Si Jalak Harupat.
"Iya prinsipnya Pemda dan PT Hangtuah Mahardika Sportive sama-sama harus untung," jelasnya.
Menurutnya area Si Jalak Harupat pun memiliki fasilitas cabang olahraga lainnya yang lengkap. Kata dia, fasilitas tersebut pun bisa digunakan untuk area pengembangan.
"Fasilitas di Si Jalak Harupat lainnya yang bisa dikembangkan mulai dari basket, kolam renang, bulu tangkis, tenis lapangan, hingga tenis meja," ucapnya.
Untuk fasilitas sepak bola, Dadang mengungkapkan Si Jalak Harupat tengah dijajaki untuk digunakan sebagai venue Liga 3. Bahkan dirinya menyebutkan telah berkomunikasi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir.
"Kemarin setelah dengan Pak Erick Thohir sudah bicara, Si Jalak Harupat lapangan sepak bolanya mungkin nanti dipakai Liga 3 dulu. Kalau Liga 3 kan nilainya lumayan," kata Dadang.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugrah menjelasjan mekanisme kerja sama nantinya akan mengikuti aturan yang berlaku. Kemudian hasil dari pengelolaan dan pengembangan tersebut masuk ke kas daerah.
"Insyaallah pemanfaatan ini bisa dilaksanakan di Kabupaten Bandung," kata Dicky.
Dicky berharap Si Jalak Harupat dapat dikelola secara profesional. Kemudian adanya pengelolaan pengembangan tersebut bisa memperkuat ekosistem olahraga di Kabupaten Bandung
"Iya Insya Allah dengan pemanfaatan yang bisa dilaksanakan di Kabupaten Bandung, ini bisa memberikan multiplier effect kepada sport tourism dan sport industry yang bisa kita kembangkan," pungkasnya.
(yum/yum)
