Rahasia Medan Magnet Bumi dan Dampaknya pada Penuaan Sel

Kabar Internasional

Rahasia Medan Magnet Bumi dan Dampaknya pada Penuaan Sel

Rachmatunisa - detikJabar
Kamis, 01 Okt 2026 21:31 WIB
Perubahan tak terduga medan magnet Bumi yang bisa pengaruhi GPS di ponsel
Ilustrasi medan magnet bumi (Foto: BBC Magazine).
Bandung -

Selama ini, kita mengenal medan magnet Bumi hanya sebagai "perisai" pelindung planet dari terjangan partikel bermuatan Matahari. Namun, sebuah studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan: medan magnet Bumi ternyata punya kaitan erat dengan proses biologis mendasar, mulai dari fungsi sel hingga mekanisme penuaan makhluk hidup.

Peneliti dari University of Nottingham menemukan bahwa saat efek medan magnet Bumi dihilangkan hampir sepenuhnya di sekitar lalat buah, terjadi perubahan signifikan pada fungsi mitokondria, produksi radikal bebas, mobilitas, hingga masa hidup serangga tersebut.

Temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Aging pada 23 September 2026 dengan judul 'Hypomagnetic fields modulate lifespan, physical ability and mitochondrial metabolism in a Pink1 model of neurodegeneration'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski terdengar revolusioner, ada catatan penting yang harus digarisbawahi. Penelitian ini dilakukan pada lalat buah jantan (Drosophila melanogaster). Artinya, hasil ini belum bisa menjadi dasar untuk menyimpulkan bahwa medan magnet Bumi secara langsung menentukan umur manusia.

Dalam eksperimennya, para peneliti menempatkan lalat buah di dalam perangkat pelindung magnet khusus. Di sana, kekuatan medan magnet diturunkan drastis hingga mencapai 0,0056 mikrotesla atau 5,6 nanotesla.

Sebagai perbandingan, medan magnet Bumi yang kita rasakan sehari-hari berada di kisaran 25-60 mikrotesla, tergantung lokasi geografisnya. Kondisi dengan medan magnet yang sangat lemah seperti dalam eksperimen ini dikenal dengan istilah hypomagnetic field (HMF).

Peneliti kemudian membandingkan lalat normal dengan lalat yang memiliki mutasi pada gen Pink1. Perlu diketahui, mutasi pada gen PINK1 pada manusia berkaitan erat dengan penyakit Parkinson yang muncul di usia relatif muda.

Gen PINK1 sendiri memiliki peran vital dalam menjaga kualitas mitokondria. Jika fungsinya terganggu, sel akan kesulitan membersihkan mitokondria yang rusak, yang pada akhirnya berdampak buruk pada produksi energi dan fungsi sel secara keseluruhan.

"Kita menjalani seluruh hidup di dalam medan magnet Bumi. Medan ini melewati tubuh kita, sel-sel kita, dan setiap organisme hidup di planet ini, tetapi kita ternyata hanya tahu sedikit tentang apakah dan bagaimana gaya tak kasatmata ini memengaruhi cara kerja sel kita," kata Lisa Chakrabarti, peneliti senior dalam studi tersebut, dikutip dari The Brighter Side News.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads