September 2026: Jabar Diguncang 199 Gempa dan 51 Ribu Petir

September 2026: Jabar Diguncang 199 Gempa dan 51 Ribu Petir

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 01 Okt 2026 20:30 WIB
Ilustrasi Gempa
Ilustrasi gempa (Foto: Getty Images/iStockphoto/Petrovich9).
Bandung -

Selama bulan September 2026, BMKG Stasiun Geofisika Bandung mencatat 199 kali kejadian gempa bumi dan 51.498 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

Untuk kejadian gempa bumi, berdasarkan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi dengan kedalaman dangkal (D < 60 km) sebanyak 181 kejadian, gempa bumi menengah (60 km ≤ D ≤ 300 km) sebanyak 18 kejadian, dan gempa bumi dalam (> 300 km) sebanyak 0 kejadian. Sedangkan untuk magnitudo, gempa bumi terbesar yang tercatat adalah M5.9 dan magnitudo terkecil yang tercatat adalah M1.1.

"Berdasarkan letak hiposenternya, terjadi 64 gempa bumi yang berpusat di laut selatan Jawa, 1 kejadian di wilayah laut utara Jawa, sedangkan 134 kejadian gempa bumi lainnya berpusat di darat," kata Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi dalam keterangan resminya, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepanjang periode bulan September 2026 terdapat 14 kali gempa bumi yang dirasakan," tambahnya.

Salah satu kejadian gempa bumi dirasakan tersebut terjadi pada tanggal 12 September 2026 pukul 04:23:56 WIB, yang berpusat 5.81 LS dan 106.56 BT pada kedalaman 76 km.

Gempa bumi berkekuatan M 5,9 ini berlokasi di 6 km Tenggara Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Gempa bumi ini dirasakan di Cilacap, Kecamatan Palabuhanratu, Kecamatan Jampang, dan Kecamatan Cisolok (III MMI). Yogyakarta, Malang, Bengkulu, Mentawai, Pariaman, dan Ponorogo (II MMI).

Sementara itu, BMKG Stasiun Geofisika Bandung juga mencatat 51.498 kejadian petir di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya selama periode bulan September 2026.

"Aktivitas sambaran petir sepanjang periode tersebut menunjukkan pada minggu ke-4 bulan September 2026 merupakan aktivitas tertinggi petir sebanyak 35.006 kejadian. Sedangkan aktivitas petir terendah pada minggu pertama September 2026 sebanyak 5 kejadian," jelasnya.

Berdasarkan data kejadian petir yang diperoleh, wilayah dengan jumlah petir tertinggi adalah Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Cianjur.

"BMKG mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Serta menghindari bangunan-bangunan retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa bumi," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Gempa di Jepang: Rumah Terbakar, Kereta Terguling-Mal Runtuh"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads