Kabel 5 Titik Lampu Merah di Bandung Dicuri, Perbaikan Perlu Sepekan

Kabel 5 Titik Lampu Merah di Bandung Dicuri, Perbaikan Perlu Sepekan

Rifat Alhamidi - detikJabar
Kamis, 01 Okt 2026 13:10 WIB
Kondisi Simpang Tegalega Bandung suai Traffic Light mati dua hari, Rabu (30/9/2026).
Kondisi Simpang Tegalega Bandung suai Traffic Light mati dua hari, Rabu (30/9/2026). (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar)
Bandung -

Sejumlah titik lampu merah atau traffic light di Kota Bandung saat ini sedang rawan jadi sasaran pencurian. Tangan-tangan nakal itu nekat mengambil kabel yang terpasang hingga mengakibatkan lalu lintas mengalami gangguan.

Dishub Kota Bandung pun kini sudah turun tangan. Hanya saja, tantangannya, butuh waktu sepekan untuk merakit kembali kabel yang hilang karena dicuri.

"Masih proses. Itu perlu dirakit lagi. Minimal kita seminggu untuk merakitnya lagi," kata Kadishub Kota Bandung Rasdian, Kamis (1/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasdian merinci, terdapat lima titik traffic light yang jadi sasaran pencurian. Sejumlah lokasi berada di wilayah Kecamatan Regol, di antaranya kawasan PT INTI dan Simpang Patung Ikan.

Selain itu, pencurian juga terjadi di Jalan Pungkur serta kawasan persimpangan Tamblong-Naripan dan Puteran Sunda. Atas kejadian tersebut, Dishub Kota Bandung telah membuat laporan pengaduan kepada pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

"Kita sudah melakukan laporan pengaduan ke kepolisian. Mudah-mudahan ditindaklanjuti," katanya.

Sembari menunggu perbaikan, kata Rasdian, Dishub menerapkan pengaturan lalu lintas secara manual di lokasi yang traffic light-nya belum dapat berfungsi. Petugas dari Bidang Pengendalian Operasional (Dalop) ditempatkan di lapangan, terutama pada waktu-waktu sibuk.

"Untuk yang waktu dekatnya kita terpaksa di pengaturan manual dulu, menggunakan tenaga orang. Jam sibuk pagi sudah diatur oleh Bidang Dalop, nanti ada petugas di situ," jelas Rasdian.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan. Persimpangan yang tidak dilengkapi traffic light membutuhkan pengawasan dan pengaturan agar arus kendaraan dari berbagai arah tetap terkendali.

"Sebetulnya tidak perlu lah diadakan seperti itu, karena ini untuk keselamatan," ujarnya.

Rasdian juga menyoroti kondisi pada malam hari ketika traffic light tidak berfungsi. Tanpa perangkat pengatur lalu lintas, kendaraan yang datang dari berbagai arah berpotensi saling mendahului ketika memasuki persimpangan.

"Apalagi malam hari, khawatir kalau tidak ada traffic light. Yang dari utara, selatan, timur, barat nanti kalau tidak traffic light suka dulu-duluan," pungkasnya.

(ral/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads