Novel remaja hingga buku tentang pengawasan pemilu menjadi pilihan bacaan siswa saat perpustakaan keliling hadir di MA Mu'allimin Muhammadiyah, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Senin (28/9/2026). Layanan ini memberi pelajar kesempatan menjelajahi beragam koleksi sekaligus mengenal lebih dekat persoalan demokrasi.
Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (DAPD) Kabupaten Bogor menghadirkan layanan tersebut dalam kegiatan Bawaslu Mengajar 2026 bertema "Gen Z Bergerak, Cerdas Mengawasi Pemilu". Sebanyak 154 siswa mengikuti kegiatan, terdiri atas 59 siswa laki-laki dan 95 siswa perempuan.
Kepala Bidang Perpustakaan DAPD Kabupaten Bogor, Rachmat Kurnia, mengatakan perpustakaan keliling menjadi salah satu cara mendekatkan bahan bacaan kepada peserta didik. Kerja sama dengan Bawaslu membuka ruang untuk menghubungkan kebiasaan membaca dengan pemahaman tentang kepemiluan.
"Layanan perpustakaan keliling ini kami hadirkan untuk memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya gemar membaca. Kolaborasi dengan Bawaslu juga menjadi langkah positif karena literasi membaca dapat berjalan beriringan dengan literasi kepemiluan dan demokrasi," ujar Rachmat.
Tim layanan membawa mobil perpustakaan keliling beserta berbagai koleksi yang dapat dimanfaatkan siswa. Selain memperoleh edukasi mengenai demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan partisipatif, peserta berkesempatan membaca bahan bacaan di Bawaslu Corner.
Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi petugas untuk mengenalkan layanan perpustakaan dan mengamati minat baca pelajar. Menurut Rachmat, koleksi yang banyak diminati selama kegiatan meliputi novel remaja, buku pengawasan pemilu, serta buku Demokrasi di Indonesia.
"Minat siswa terhadap buku-buku pengawasan pemilu dan demokrasi menunjukkan bahwa bahan bacaan dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan generasi muda. Ini juga menjadi masukan bagi kami dalam pengembangan koleksi perpustakaan agar semakin sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat," jelasnya.
MA Mu'allimin Muhammadiyah sendiri telah memiliki gedung perpustakaan dengan satu tenaga pengelola. Madrasah tersebut menampung 285 siswa, didukung 31 guru dan dua tenaga tata usaha.
Untuk meningkatkan kualitas layanan di sekolah, DAPD merekomendasikan kunjungan perpustakaan keliling secara berkelanjutan, sosialisasi aplikasi perpustakaan digital, serta pelatihan literasi. Pembinaan pengelolaan perpustakaan turut menjadi bagian dari rekomendasi tersebut.
Rachmat berharap kerja sama antarinstansi dapat terus dikembangkan agar kegiatan membaca semakin dekat dengan kebutuhan generasi muda.
"Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut. Tidak hanya memperluas budaya literasi dan akses informasi, tetapi juga mendukung penguatan edukasi kepemiluan bagi generasi muda di Kabupaten Bogor," katanya.
Kepala MA Mu'allimin Muhammadiyah Leuwiliang, Mansur Rudiana, menyambut baik keterlibatan Bawaslu dan DAPD dalam kegiatan di madrasahnya. Ia berharap kerja sama itu berlanjut untuk meningkatkan minat baca siswa sekaligus memperkuat pengembangan perpustakaan dan kearsipan.
"Terima kasih kepada Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor yang telah hadir dan berkolaborasi bersama kami. Semoga kerjasama ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang baik bagi para siswa," ujar Mansur.
(orb/orb)