Pemkab Bogor Libatkan Bunda PAUD untuk Jangkau Anak Tidak Sekolah

Pemkab Bogor Libatkan Bunda PAUD untuk Jangkau Anak Tidak Sekolah

Andry Haryanto - detikJabar
Rabu, 30 Sep 2026 21:00 WIB
Bunda Paud Bogor
Bunda Paud Bogor (Foto: Istimewa).
Bogor -

Upaya memperluas akses pendidikan di Kabupaten Bogor dimulai dengan mengenali anak yang belum mendapat layanan. Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tingkat kecamatan hingga desa diajak membantu menemukan mereka, lalu menghubungkan keluarga dengan layanan pendidikan yang tersedia.

Peran tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Bimbingan Teknis Penguatan Pokja Bunda PAUD Kabupaten Bogor yang berlangsung pada 29-30 September 2026. Kegiatan ini diikuti 250 peserta dalam dua angkatan, terdiri atas Bunda PAUD, Pokja Bunda PAUD kecamatan, Bunda PAUD dan Pokja desa serta kelurahan, juga mitra PAUD.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rameni, mengatakan jaringan Bunda PAUD yang dekat dengan warga dapat membantu pemerintah menangani persoalan anak tidak sekolah (ATS). Pada saat yang sama, pemerintah daerah berupaya meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan desa dapat membantu mengidentifikasi anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan dan mendorong mereka untuk kembali mendapatkan hak pendidikannya," ujar Rameni saat membuka kegiatan, 29 September 2026.

Menurutnya, Dinas Pendidikan sudah memiliki data anak tidak sekolah berdasarkan nama dan alamat. Data itu perlu ditindaklanjuti bersama oleh pemerintah kecamatan dan desa, penilik, pengawas SD dan SMP, satuan pendidikan, serta Dinas Pendidikan. Dengan koordinasi tersebut, anak yang tercatat dalam data dapat dihubungkan dengan pilihan pendidikan yang sesuai.

Bagi warga yang belum menuntaskan pendidikan, Rameni menyebut program kesetaraan sebagai salah satu jalur yang tersedia. Mereka dapat diarahkan mengikuti Kejar Paket B atau Paket C melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

"Silakan Ibu dan Bapak berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan maupun jajaran kami di lapangan mengenai program-program yang dapat mendukung pengentasan ATS dan peningkatan RLS," katanya.

Rameni juga mengingatkan bahwa penguatan pendidikan perlu dimulai sejak usia dini dan berlanjut ke jenjang berikutnya. Layanan PAUD, menurutnya, tidak semata mengejar kemampuan akademik. Anak perlu mendapat ruang untuk belajar bertanggung jawab, mandiri, bersosialisasi, dan menghargai proses belajar.

Karena itu, penilik serta pengawas SD dan SMP di tingkat kecamatan diharapkan ikut membangun kesinambungan layanan. Melalui bimtek ini, Pemkab Bogor ingin mempererat kerja sama antara Bunda PAUD, sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah agar lebih banyak anak memperoleh pendidikan sesuai tahap perkembangannya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mengabadikan Momen di Museum 3D Trick Art yang Unik di Bogor"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads