Normalisasi Irigasi Cogreg Capai 1,72 Kilometer, Warga Bongkar 16 Jembatan

Normalisasi Irigasi Cogreg Capai 1,72 Kilometer, Warga Bongkar 16 Jembatan

Andry Haryanto - detikJabar
Rabu, 30 Sep 2026 16:46 WIB
Perbaikan irigasi di Bogor
Perbaikan irigasi di Bogor (Foto: Istimewa).
Bogor -

Pekerjaan normalisasi Saluran Sasak Sekunder Cogreg di Kecamatan Parung mendekati target. Hingga Selasa (29/9/2026), sepanjang 1,72 kilometer saluran telah dikerjakan dari target dua kilometer di wilayah tersebut. Warga ikut membuka akses pekerjaan dengan membongkar jembatan yang melintang di atas irigasi.

Camat Parung, Adhi Nugraha, mengatakan normalisasi dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran dan melancarkan aliran air. Pekerjaan di wilayahnya dimulai dari depan Sekolah Muhammadiyah hingga Masjid Al Barkah, di samping pintu masuk KURI.

"Pekerjaan normalisasi untuk wilayah Kecamatan Parung dimulai dari depan Sekolah Muhammadiyah sampai Masjid Al Barkah, samping pintu masuk KURI, dengan panjang kurang lebih dua kilometer," ujar Adhi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saluran Sasak Sekunder Cogreg secara keseluruhan membentang sekitar empat kilometer. Separuhnya melintasi wilayah irigasi Desa Cogreg di Kecamatan Parung, sementara dua kilometer lainnya berada di wilayah irigasi Ciseeng. Capaian progres 1,72 kilometer yang dilaporkan Adhi merujuk pada pekerjaan di Parung.

Menurut Adhi, dua unit alat berat telah beroperasi selama 19 hari. Kecamatan Parung terus memantau pelaksanaan di lapangan agar pengerjaan pada sisa saluran dapat berlanjut.

ADVERTISEMENT

"Alhamdulillah, sampai hari ini pekerjaan sudah mencapai 1,72 kilometer dan terus kita monitor agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik," jelasnya.

Pekerjaan tersebut memerlukan ruang gerak bagi alat berat untuk menjangkau saluran. Adhi menyebut pemilik bangunan atau jembatan di atas irigasi telah membantu dengan membongkar secara mandiri sebanyak 16 titik jembatan. Pada bagian yang masih tertutup bangunan jembatan, warga juga membersihkan lumpur dan sampah secara manual.

"Warga atau pemilik bangunan yang memiliki jembatan di atas irigasi turut mendukung dengan melakukan pembongkaran secara mandiri. Ini sangat membantu agar proses normalisasi dapat berjalan lebih optimal," katanya.

Adhi mengimbau pemilik jembatan lain yang berada di atas saluran untuk turut membuka akses. Menurutnya, jika pembongkaran tidak dilakukan secara mandiri, pihaknya akan mengerahkan alat berat agar pekerjaan tidak terhambat.

"Kami menghimbau kepada masyarakat yang masih memiliki jembatan di atas saluran irigasi untuk bersama-sama mendukung kegiatan ini. Jika dilakukan secara mandiri, tentu pekerjaan akan lebih mudah dan cepat," tandasnya.

Ia berharap kerja sama warga berlanjut sampai pekerjaan di wilayah Parung selesai dan fungsi irigasi kembali optimal.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Mengabadikan Momen di Museum 3D Trick Art yang Unik di Bogor"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads