Aksi tutup jalan PKL di wilayah Ciumbuleuit, Kota Bandung akhirnya menemukan titik terang. Para pedagang sudah mencapai kesepakatan setelah Camat Cidadap Maulana Fatahudin datang langsung ke lokasi kejadian.
Kepada detikJabar, Maulana menyatakan bahwa aksi itu didorong kesalahpahaman komunikasi antara PKL dengan pihak kewilayahan. Namun saat ini, ia memastikan kondisi tersebut telah selesai dan mendapat kesepakatan.
"Jadi memang ada isu bahwa PKL itu nanti yang setelah didata akan diminta uang atau diminta kontribusi. Saya pastikan itu tidak ada, dan isu yang kedua adalah tidak dilakukannya penertiban secara keseluruhan ataupun tebang pilih," katanya, Rabu (30/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya pastikan tidak tidak ada seperti itu. Kita yang pertama melakukan penertiban harus berlaku secara adil. Namun dikarenakan keterbatasan waktu, untuk masalah lalu lintas jadi kita melakukan melakukannya secara bertahap," ungkapnya menambahkan.
Selain itu, Maulana menyatakan tidak melarang PKL kembali berjualan. Asalkan syaratnya, mereka dilarang mendirikan bangunan secara permanen di atas trotoar.
"Jadi arahan dari Dinas UMKM boleh untuk berdagang kembali selama tidak mengganggu kamtibmas. Datangnya bersi pulangnya bersih juga dan ada jamnya yang diatur. Nah, untuk itu nanti kita akan berkoordinasi dan kalau bisa membentuk paguyuban dari PKL tersebut," tuturnya.
Maulana menyatakan, jumlah PKL di sana mencapai 20 orang. Ia pun menginginkan warga yang berdagang berasal dari Kota Bandung demi membantu perekonomian masyarakat.
"Karena ini untuk kepentingan ekonomi masyarakat, khususnya Kota Bandung yang punya KTP Bandung. Dan yang tidak punya KTP Bandung, mohon maaf, arahan dari pimpinan silakan untuk menyewa tempat-tempat yang bisa untuk dipakai berdagang," tandasnya.
Setelah bubar, proses pengosongan dan pembongkaran lapak PKL akhirnya bisa dilakukan. Pembongkaran dilakukan mandiri, lalu secara bertahap nantinya akan menyasar lokasi lain.
"Kita tidak ada istilah untuk tebang pilih, jadi kita lakukan secara bertahap. Karena memang ini kalau kita lihat banglinya juga cukup lumayan ya, perlu alat berat sampai ke atas pun juga mungkin kita harus melihat," kata Kabid Trantibum Satpol PP Kota Bandung Krismarjadi.
"Terus kita juga harus bisa memastikan jangan sampai nanti ada hak milik. Tapi kami ingin pastikan untuk mengembalikan fungsi ruang, termasuk drainase yang tertutup. Jadi supaya nanti kalau ada pemeliharaan itu mudah. Begitu juga trotoarnya untuk pejalan kaki," pungkasnya.
Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
