Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Hingga akhir September 2026, otoritas terkait telah menetapkan ratusan tersangka perorangan yang diduga terlibat dalam aksi pembakaran tersebut.
"Terkait kebakaran hutan dan lahan ada banyak tindakan investigasi. Ada laporan yang kemarin disampaikan, sudah ada 138 tersangka perorangan," kata Jumhur saat ditemui, Selasa (29/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain menyasar individu, penegakan hukum juga menyentuh sektor korporasi. Sebanyak 68 perusahaan pemegang konsesi kini dalam status penyegelan oleh pemerintah. Jumhur menegaskan bahwa pihaknya menerapkan prinsip strict liability atau pertanggungjawaban mutlak, di mana verifikasi mendalam akan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran di lahan-lahan tersebut.
"Sampai saat ini kita sudah menyegel 68 perusahaan yang memiliki konsesi, karena ada namanya strict liability. Ketika terbukti di lahannya ada sekian hektare yang terbakar, kita katakan bersalah dulu, sambil kita memverifikasi lebih detail sebab-sebabnya," kata Jumhur.
Terkait 138 tersangka yang telah diamankan, penyidik tengah mendalami motif di balik aksi pembakaran lahan yang kini menjadi sorotan dunia. Jumhur memastikan bahwa pemerintah konsisten melakukan pengawasan sekaligus upaya pemulihan lahan yang terdampak.
"Ya kalau perusahaan tadi disegel, kalau tersangka perusahaan ada yang sengaja membakar dan sebagainya, ini didalami kenapa dia membakar dan sebagainya. Saya rasa pemerintah terus melakukan kerja-kerja pengawasan dan penindakan, sambil melakukan pemulihan tentunya," kata Jumhur.
Baca juga: Kebakaran di Gunung Ciremai Padam! |
Mengenai situasi terkini di lapangan, intensitas titik api dilaporkan mulai terkendali seiring turunnya hujan deras di beberapa wilayah dalam beberapa hari terakhir. Jumhur memberikan apresiasi kepada seluruh tim gabungan yang telah bekerja keras memadamkan api selama dua bulan terakhir.
"Aaya rasa sekarang semua sedang bekerja keras. Alhamdulillah, beberapa kali hujan sudah mulai turun. Dan yang harus saya apresiasi adalah mereka yang selama satu-dua bulan ini berjibaku melakukan pemadaman. Semua pihak terlibat," kata Jumhur.
