Faktor Ekonomi Picu Ratusan Siswa Cianjur Putus Sekolah

Faktor Ekonomi Picu Ratusan Siswa Cianjur Putus Sekolah

Ikbal Selamet - detikJabar
Rabu, 30 Sep 2026 05:00 WIB
Ilustrasi sekolah
Ilustrasi sekolah (Foto: Getty Images/GlobalStock)
Cianjur -

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mencatat sebanyak 921 lulusan SMP tahun ini tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK sederajat. Kendala ekonomi keluarga ditengarai menjadi penyebab utama ratusan anak tersebut berhenti sekolah.

Kabid SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, mengungkapkan bahwa berdasarkan pendataan terbaru, total lulusan dari 458 SMP di Cianjur mencapai 29.961 siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari jumlah tersebut, sebaran siswa yang melanjutkan studi meliputi 10.474 orang ke SMA, 14.569 orang ke SMK, 1.620 orang ke Madrasah Aliyah (MA), dan 1.260 orang menempuh jalur pendidikan kesetaraan Paket C. Selain itu, terdapat 1.117 siswa yang memilih melanjutkan ke pondok pesantren atau boarding school yang memiliki kurikulum pendidikan formal.

"Sebagian besar melanjutkan pendidikan ke SMK. Tapi asa juga yang mengikuti pendidikan kesetaraan," kata dia, Selasa (29/9/2026).

ADVERTISEMENT

Namun, Ipan menyayangkan adanya 921 siswa yang tercatat tidak melanjutkan pendidikan formal. Ia merinci bahwa tidak semua angka tersebut benar-benar berhenti beraktivitas pendidikan, namun mayoritas memang tidak lagi menempuh jalur formal.

"Betul ada 921 anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal. Tapi 522 anak memilih untuk pesantren tanpa pendidikan nonformal, dan 399 anak lagi putus sekolah total," kata dia.

Ipan menjelaskan, meski biaya pendidikan di sekolah negeri digratiskan, beban biaya pendukung lainnya masih sangat memberatkan orang tua siswa. Kebutuhan operasional harian seperti transportasi, uang saku, hingga pengadaan seragam menjadi penghambat utama.

"Faktor utamanya ekonomi. Untuk SMA/SMK tidak banyak. Sehingga harus mengeluarkan ongkos besar, belum lagi biaya jajan harian. Untuk awal sekolah juga harus beli seragam dan kebutuhan sekolah," kata dia.

Menyikapi fenomena ini, Disdikpora Cianjur berkomitmen untuk melakukan pendataan ulang terhadap setiap anak yang putus sekolah. Langkah ini diambil guna memastikan mereka tetap mendapatkan akses pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal.

"Kami akan coba upayakan agar lanjut ke sekolah formal. Jika memang tidak memungkinkan, kami akan dorong masuk ke PKBM, mengambil paket X," kata dia.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads