Diduga Hirup Gas Beracun, Pria di Sukabumi Tewas Terperosok ke Sumur

Diduga Hirup Gas Beracun, Pria di Sukabumi Tewas Terperosok ke Sumur

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Selasa, 29 Sep 2026 16:02 WIB
Ilustrasi Mahasiswa Tewas Dianiaya
Ilustrasi mayat (Foto: Dok. Detikcom)
Sukabumi -

Seorang pria dilaporkan tewas setelah terperosok ke dalam sumur di Kampung Nagrak Kaum RT 01/02, Desa Nagrak Selatan, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (29/9/2026).

Korban diduga terpeleset usai menghirup gas beracun saat tengah memeriksa kondisi sumur tersebut.

Peristiwa nahas itu dilaporkan langsung oleh warga setempat bernama Ibu Irna kepada jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komandan Pos (Danpos) Damkar Posko 5 Cibadak, Iyep Yosepa, membenarkan adanya operasi penyelamatan non-kebakaran (human rescue) tersebut.

"Kami menerima laporan darurat dari warga, Ibu Irna, sekitar pukul 11.22 WIB melalui petugas Danton. Begitu laporan masuk, tim langsung meluncur dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.30 WIB untuk melakukan penanganan evakuasi," ujar Iyep dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/9/2026).

ADVERTISEMENT

Mengenai kronologi kejadian, Iyep menuturkan musibah berawal ketika korban diminta untuk mengecek kondisi sumur. Namun, saat berada di area sumur, korban tiba-tiba kehilangan keseimbangan.

"Kronologinya, pada saat itu korban diminta untuk memeriksa sumur. Pada saat prosesnya, korban terjatuh dikarenakan terpeleset karena diduga menghirup gas beracun," jelas Iyep.

Dari rekaman video dokumentasi di lokasi, sumur tersebut berada di area dalam bangunan rumah. Mengingat lubang sumur yang sempit dan minim sirkulasi udara, proses evakuasi berlangsung dramatis.

Seorang petugas damkar berseragam lengkap dan berhelm pelindung harus turun langsung ke kedalaman sumur untuk mengikat tubuh korban.

Sementara itu, belasan warga bersama petugas lainnya berjibaku berjejer di dalam kamar tidur sambil menarik tali tambang penyelamat secara bertahap dan hati-hati.

Petugas di bibir sumur tampak menahan pijakan serta mengarahkan tubuh korban agar tidak berbenturan dengan dinding sumur saat diangkat ke permukaan.

"Alhamdulillah untuk korban sudah terangkat. Tarik pelan-pelan," seru salah satu petugas di lokasi saat tubuh korban berhasil ditarik ke bibir sumur.

Setelah berhasil dievakuasi ke atas sekitar pukul 12.50 WIB, tubuh korban yang sudah tertutup kain jarik langsung digotong keluar rumah oleh tim gabungan Damkar, PMI, relawan, dan warga setempat menuju keranda dorong yang disiagakan di halaman.

Warga sekitar tampak memadati area depan rumah menyaksikan penanganan evakuasi tersebut.

"Evakuasi selesai kami laksanakan sekitar pukul 12.50 WIB. Untuk kondisi korban dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, kerugian material nihil," ungkap Iyep.

Iyep menambahkan, penanganan ini melibatkan tim terpadu di lapangan, termasuk Sekdis Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, serta personel posko yakni Rengga, Iyan, M Irsan, Fuji BR, Yadi, dan Agi F.

"Seluruh petugas yang menangani operasi penyelamatan ini dalam kondisi selamat. Selanjutnya korban kami serahkan kepada pihak medis dari Puskesmas Nagrak dan keluarga untuk penanganan lebih lanjut," pungkas Iyep.

(sya/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads