Saat musim kemarau panjang seperti saat ini, banyak wilayah di Kabupaten Pangandaran membutuhkan bantuan air bersih. Kondisi tersebut disebabkan oleh sumber air di daerah itu yang mengalami kekeringan cukup parah.
Namun, situasi berbeda terjadi di Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Terdapat satu sumur legendaris yang selalu menjadi tumpuan warga ketika musim kemarau tiba, yakni Sumur Persatuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski bukan fasilitas baru, keberadaan sumur sedalam 15 susunan gorong-gorong ini telah memenuhi kebutuhan hidup masyarakat selama puluhan tahun. Letaknya yang berada di RT 04 RW 02, Dusun Nagrak, Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, membuat aksesnya dimanfaatkan secara lintas wilayah, meliputi warga Desa Karangsari hingga Desa Padaherang.
Salah satu warga setempat, Gusmi Rahyana, mengatakan bahwa pasokan air di sumur tersebut relatif stabil dan tidak pernah surut meski terus dipompa warga dari subuh hingga larut malam.
"Kondisi airnya pun tergolong jernih sehingga aman dipakai untuk kebutuhan sehari-hari," kata Gusmi, Selasa (29/9/2026).
Setiap hari, antrean warga terlihat mengular dengan membawa beragam wadah penampung air, mulai dari galon bekas, ember, hingga jerigen. Tidak sekadar menimba air untuk dibawa pulang, area sekitar sumur juga difungsikan sebagai ruang sosial.
Banyak ibu rumah tangga yang memanfaatkannya untuk mencuci pakaian bersama. Sesuai namanya, Sumur Persatuan berdiri atas landasan gotong royong warga. Sebelum bertransformasi seperti sekarang, struktur sumur masih berupa galian tanah sederhana.
"Masyarakat kemudian berinisiatif mengumpulkan dana swadaya sebesar Rp700.000 yang dipadukan dengan bantuan kas pemerintah desa untuk merenovasi sumur agar lebih layak dan bersih," katanya.
Kini, di tengah sulitnya mendapatkan pasokan air akibat kemarau, kesadaran warga dalam merawat aset bersama tersebut terbukti membuahkan hasil.
Sumur Persatuan tidak hanya sukses mengatasi krisis air, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan lintas desa yang terus terjaga. Sampai saat ini, warga di kampung tersebut tidak ketergantungan bantuan air bersih, meski ada permintaan air secara pribadi kepada otoritas setempat.
(iqk/iqk)
