Lonjakan Pasien Anak di RSUD Otista, IGD dan Rawat Inap Penuh

Lonjakan Pasien Anak di RSUD Otista, IGD dan Rawat Inap Penuh

Yuga Hasani - detikJabar
Senin, 28 Sep 2026 19:30 WIB
Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oto Iskandar Di Nata (Otista), Soreang, Kabupaten Bandung.
Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oto Iskandar Di Nata (Otista), Soreang, Kabupaten Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar).
Kabupten Bandung -

Keterisian tempat tidur rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Oto Iskandar Di Nata (Otista), Soreang, Kabupaten Bandung, terpantau penuh. Mayoritas pasien yang rawat inap adalah kategori anak-anak.

Kondisi tersebut telah diunggah secara langsung oleh akun Instagram resmi rumah sakit. Informasi tersebut diunggah dengan judul Pemberitahuan Pelayanan IGD dan Rawat Inap.

"Kami Informasikan kepada seluruh pasien dan keluarga pasien RSUD Oto Iskandar Di Nata sehubungan dengan peningkatan jumlah kunjungan pasien, pada saat ini kapasitas / daya tampung INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) dan RUANGAN RAWAT INAP di RSUD Oto Iskandar Di Nata dalam kondisi penuh atau padat," bunyi pengumuman dalam unggahannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adanya kondisi tersebut membuat bertambahnya waktu tunggu pelayanan, proses pemeriksaan, dan waktu tunggu ketersediaan tempat tidur rawat inap. Oleh karena itu, pihak rumah sakit terus berupaya berkoordinasi dan mengoptimalkan pelayanan kepada pasien.

"Kondisi ini berdampak pada bertambahnya waktu tunggu pelayanan, proses pemeriksaan dan waktu tunggu ketersediaan tempat tidur rawat inap. Meskipun demikian, penanganan bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kegawatdaruratan tetap dilakukan penanganan sesuai dengan tingkat kegawatdaruratan pasien atau berdasarkan prosedur yang berlaku," tambahnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Direktur Utama (Dirut) RSUD Otista Yuli Irnawaty Mosjasari membenarkan adanya peningkatan keterisian tempat tidur rawat inap. Hal tersebut beriringan dengan meningkatnya pasien ke IGD.

"Iya, memang belakangan ini meningkat keterisian tempat tidur, rawat inap," ujar Yuli, kepada awak media, Senin (28/9/2026).

Pihaknya mengungkapkan peningkatan tersebut terjadi pada kategori anak-anak. Kata dia, rata-rata keluhan pasien pada gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Sekarang memang meningkatnya tuh di kasus anak dengan keluhan rata-rata tadi demam tinggi dengan gangguan saluran napas seperti ISPA dan juga GED (gangguan pencernaan, diare dan sebagainya), seperti itu," katanya.

Yuli menyebutkan saat ini IGD dalam kondisi penuh dan padat. Menurutnya, kondisi kepadatan pun terjadi tidak hanya di RSUD Otista.

"Akhirnya ya kita menunggu mobilisasi pasien dari rawat inap yang bisa keluar, bisa sudah pulang baru bisa masuk yang dari IGD, seperti itu. Kondisi 3 minggu terakhir, 1 bulan terakhir, seperti itu," jelasnya.

Dia mengungkapkan, saat ini RSUD Otista terdapat 274 tempat tidur rawat inap. Menurutnya, kenaikan pasien telah terjadi sejak satu bulan yang lalu.

"Biasanya kan sehari itu di angka 70-80, ini sekarang udah di 120-an. Di 120-an per hari, 100 sampai 120 lah per harinya. Jadi naiknya dua kali lipat," ucapnya.

Yuli menjelaskan beberapa pasien kerap merasa mengalami keluhan berat saat mendatangi rumah sakit. Namun, rumah sakit mempunyai skala prioritas triase dengan kategori merah, kuning, dan hijau.

"Nah, dari triase yang hijau itu artinya bisa rawat jalan sebetulnya. Nah, ada sebagian yang mengerti, kita kan punya Manager on Duty setiap shift itu. Nah, oleh Manager on Duty ini, MOD ini diberi pengertian bahwa ini bisa rawat jalan dibekali obat, nanti kontrol ke poli, ada yang bersedia begitu," bebernya.

"Tapi, ada juga yang memaksa ingin tetap dirawat karena merasa takut gitu di rumah. Ya kita biasanya perpanjang observasinya di IGD. Nah, ya itu juga sih yang membuat jadi kita kan jadi tidak bisa menerima pasien yang berikutnya yang lebih berat dari itu. Ya mohon dibantu pengertian juga ke masyarakat terkait kegawatdaruratan ini," tambahnya.

Dia menambahkan saat ini kerap memberikan rujukan bagi pasien yang perlu penanganan lebih. Salah satu rujukannya adalah di RSUD Welas Asih.

"Kalau Otista (rujukannya) ke Rumah Sakit Welas Asih. Karena di sana kan kapasitas tempat tidurnya di 600-an ya, jadi daya tampung lebih banyak. Dan terakhirnya pasti Hasan Sadikin," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Penampakan Hajatan Meriah di Tengah Banjir Dayeuhkolot Bandung"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads